RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Antrean panjang kendaraan di SPBU kawasan Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin, kian tak terkendali. Sejumlah pengendara bahkan nekat melawan arus demi mendapatkan BBM subsidi, memicu kekhawatiran karena membahayakan pengguna jalan lain.
Kondisi ini ramai diperbincangkan setelah video antrean mengular hingga memakan badan jalan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat kendaraan memadati jalur dan sebagian mengambil arah berlawanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengakui antrean memang terpusat di beberapa SPBU di kawasan tersebut.
“Di sepanjang Jalan Gubernur Subarjo itu ada tiga SPBU. Namun yang paling menyita perhatian dengan antrean cukup panjang ada di SPBU nomor 6 dan 7. Itu berkaitan dengan penyaluran BBM subsidi,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Antrean Dipicu Akses Khusus
Menurut Slamet, lonjakan antrean dipengaruhi pola distribusi BBM subsidi serta akses bagi angkutan tertentu, terutama kendaraan di bawah naungan Organisasi Angkutan Darat (Organda).
“Dua SPBU itu sebelumnya memang melayani angkutan umum di bawah naungan Organda. Para driver memiliki akses mendapatkan BBM subsidi, sehingga memicu antrean luar biasa di lapangan,” jelasnya.
Di sisi lain, upaya penertiban yang dilakukan petugas Dishub belum berjalan optimal. Sejumlah kendala di lapangan, termasuk ulah oknum preman, membuat pengaturan lalu lintas sulit dikendalikan.
“Petugas kami sudah turun. Tapi ada oknum preman yang sulit diatur, sehingga penertiban tidak maksimal,” ungkapnya.
Butuh Dukungan Kepolisian
Slamet menegaskan, Dishub memiliki keterbatasan kewenangan dalam penindakan. Karena itu, diperlukan dukungan lintas instansi, terutama kepolisian, untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Untuk penindakan memang bukan kewenangan kami. Kami berharap dukungan dari pihak kepolisian agar penanganan lebih maksimal,” tegasnya.
Ke depan, Dishub berencana memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi konkret, termasuk menertibkan antrean yang melanggar aturan lalu lintas seperti melawan arus.
“Kami akan agendakan koordinasi bersama pihak terkait. Harapannya ada langkah konkret agar antrean lebih tertib dan tidak membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno