Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

360 Jemaah Haji Kloter 1 Banjarmasin Masuk Asrama, 1 Wafat

Sheilla Farazela • Kamis, 23 April 2026 | 21:02 WIB

 

MASUK ASRAMA: Sebanyak 360 jemaah calon haji Kloter 01 asal Banjarmasin tiba di Asrama Haji Banjarbaru. (foto: sheilla/radar banjarmasin)
MASUK ASRAMA: Sebanyak 360 jemaah calon haji Kloter 01 asal Banjarmasin tiba di Asrama Haji Banjarbaru. (foto: sheilla/radar banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Sebanyak 360 Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 01 resmi masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Kamis (23/4). Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (24/4) pukul 00.05 Wita.

Setibanya di asrama, jemaah langsung menjalani pemeriksaan administrasi dan aktivasi dokumen digital. Fokus utama pada keberangkatan perdana ini adalah memastikan seluruh dokumen, terutama Kartu Nusuk, sudah aktif sebelum tiba di Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan, Dr. Eddy Khairani, menegaskan seluruh proses dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis saat di Tanah Suci.

“Jemaah langsung mendapatkan Kartu Nusuk yang sekaligus diaktivasi di sini. Kami ingin memastikan tidak ada kendala teknis saat mereka tiba di Arab Saudi nanti,” ujarnya.

Selain Kartu Nusuk, jemaah juga menerima paspor, gelang identitas, serta uang saku (living cost) sebagai bekal awal selama di Arab Saudi.

Namun, keberangkatan kloter perdana ini diwarnai kabar duka. Satu jemaah asal Banjarmasin dilaporkan wafat sebelum sempat berangkat ke embarkasi.

Tak hanya itu, satu jemaah lainnya harus dirujuk ke RS Idaman Banjarbaru untuk penanganan medis intensif.

Dokter Kloter BDJ 01, dr. Aldiya Jamila, mengungkapkan jemaah tersebut saat ini menjalani transfusi darah akibat komplikasi penyakit.

“Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan anemia. Kondisinya masih dalam pemantauan medis, sehingga keberangkatannya ditunda dan kemungkinan digeser ke kloter berikutnya,” jelasnya.

Data tim kesehatan menunjukkan Kloter 01 didominasi kelompok risiko tinggi (risti). Sebanyak 179 jemaah masuk kategori risti, dengan mayoritas mengidap hipertensi.

Selain itu, sekitar 60 persen jemaah merupakan lanjut usia (lansia), yang membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan dan ibadah.

“Kami juga menyesuaikan tiga posisi keberangkatan karena satu jemaah sakit dan membutuhkan pendamping. Kekosongan itu digantikan jemaah dari Kabupaten Banjar,” tambah dr. Aldiya. (*) 

 

Editor : M. Ramli Arisno
#jemaah haji kloter 1 #embarkasi banjarmasin haji #jemaah risiko tinggi