RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Jembatan penghubung di kawasan Komplek DPR Banjarmasin akan dibangun ulang total pada 2026. Kondisinya kini memprihatinkan—miring dan mengalami kerusakan struktur.
Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan proyek ini tidak sekadar perbaikan, melainkan penggantian total dengan konstruksi lebih kuat.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengatakan jembatan baru akan menggunakan konstruksi girder komposit yang dinilai lebih kokoh.
“Bukan diperbaiki, tapi diganti total dengan konstruksi yang lebih kuat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, posisi jembatan akan digeser dari lokasi saat ini. Pergeseran dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi warga karena titik lama berada tepat di depan masjid.
“Posisinya sedikit bergeser sesuai permintaan warga,” jelasnya.
Desain dan Target Pengerjaan
Berdasarkan desain awal, jembatan akan memiliki panjang sekitar 30 meter dan lebar 7 meter. Permukaannya tetap menggunakan aspal agar nyaman dilintasi kendaraan.
Saat ini, PUPR masih melakukan penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga material seperti baja dan tiang pancang. Di sisi lain, proses pengadaan tengah berjalan melalui mekanisme e-purchasing.
“Target kami Mei sudah kontrak. Sekarang masih proses pembaruan harga material per April,” kata Kartika.
Nilai proyek diperkirakan mencapai Rp14 miliar dengan masa pengerjaan satu tahun. Jika sesuai rencana, pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“Mudah-mudahan Desember sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” tambahnya.
DPRD Kawal Ketat Proyek
Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Rian Zulfikar, mengungkapkan proyek ini sebenarnya sudah dianggarkan pada 2025. Namun, pelaksanaannya tertunda akibat kendala pembebasan lahan dan perencanaan yang belum tuntas.
“Sudah dianggarkan 2025, tapi belum terlaksana karena pembebasan lahan dan perencanaan belum selesai. Anggarannya masuk SILPA,” ujarnya.
Menurut dia, proyek tersebut kembali diusulkan pada 2026 dan diharapkan segera direalisasikan.
“Sekarang masuk lagi 2026. Kami berharap PUPR bisa segera melaksanakan,” katanya.
Rian menegaskan Komisi III akan mengawal ketat proses pengerjaan, terutama terkait target kontrak pada Mei.
“Kalau kontrak Mei, kami harap konsisten dengan timeline. Ini menyangkut kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi kenaikan harga material sejak awal, mengingat nilai proyek yang cukup besar.
“Anggaran ini bukan kecil. Kami pastikan transparan dan sesuai spesifikasi teknis, termasuk konstruksi girder komposit,” jelasnya.
Pengawasan akan dilakukan melalui peninjauan lapangan dan koordinasi berkala dengan PUPR. Terkait pergeseran lokasi jembatan, DPRD menyatakan dukungan selama tidak menghambat proses pembangunan.
“Pergeseran kami dukung, tapi jangan sampai memperlambat proses,” ujarnya.
Rian berharap target penyelesaian akhir tahun benar-benar terealisasi.
“Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa tercapai, bukan sekadar harapan,” tutupnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno