BANJARMASIN - Identifikasi bangunan di kawasan sempadan sungai masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Dari lima kecamatan, baru Kecamatan Banjarmasin Timur yang melakukan pendataan mandiri bersama lurah dan ketua RT setempat.
Padahal langkah ini sebagai tahap awal untuk memetakan penyebab banjir yang kerap terjadi. Bahkan, ini sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin M Yamin HR.
Kabid Pengawasan Bangunan Dinas PUPR Banjarmasin, Pahriadi mengatakan identifikasi bangunan di sempadan sungai belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Pendataan memerlukan kajian teknis untuk menentukan batas sempadan sungai, serta jumlah bangunan yang berdiri di kawasan tersebut.
“Kalau hanya mencari data kasar mungkin bisa saja. Tetapi untuk memastikan batas sempadan sungai dan jumlah bangunan yang melanggar, tentu perlu kajian teknis. Biasanya itu dilakukan oleh konsultan,” ujarnya, Senin (9/3).
Rencana pendataan melalui tenaga konsultan hingga kini belum dapat direalisasikan, karena belum tersedia anggaran dalam APBD murni. “Kalau pun dimasukkan di anggaran perubahan, waktunya juga sangat singkat. Biasanya hanya tersisa beberapa bulan sampai akhir tahun,” katanya.
Menurut Pahriadi, identifikasi tersebut penting untuk mengetahui jumlah bangunan yang berpotensi terdampak apabila dilakukan penataan atau relokasi di bantaran sungai. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan ke depan. “Kalau nanti ada kebijakan penataan atau relokasi, tentu harus ada data dulu. Misalnya di satu sungai ada sepuluh bangunan, berarti harus dipikirkan juga solusi bagi sepuluh bangunan itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan kawasan bantaran sungai di Banjarmasin perlu mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat yang sejak lama hidup berdampingan dengan sungai. “Budaya masyarakat kita memang hidup di sungai. Jadi kalau ada penataan, tentu harus dipikirkan juga solusi atau pengganti yang realistis bagi masyarakat,” tutupnya.
Baca kumpulan berita terpopuler RADAR BANJARMASIN di Google News. Klik di sini
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief