BANJARBARU - Aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara 2 menuai keluhan warga.
Bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah dapur dilaporkan mencemari lingkungan permukiman di Jalan Kurnia, RT 03, RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Selasa (27/1).
Ketua RT 03, Abdul Rohim mengatakan, limbah cair dari dapur SPPG mengalir ke permukiman dan berdampak pada kualitas air sumur warga. Selain itu, genangan limbah juga merusak kebun milik warga. “Keluhan warga sudah lama disampaikan karena sumur dan kebun terdampak,” ujarnya.
Abdul menegaskan, warga tidak menolak keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah. Namun, dirinya berharap pengelolaan limbah tetap memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Menyikapi keluhan warga tersebut, Kasi Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan DLH Banjarbaru, Akhmad Arie Wijaya mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan dapur SPPG belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. “Limbah dari aktivitas dapur masih langsung dibuang ke selokan tanpa pengolahan,” ujarnya.
Pihak pengelola dapur, lanjut Arie, telah dipanggil ke DLH Banjarbaru dan menyatakan belum memiliki IPAL. “Kami memberikan tenggat dua hari untuk pembangunan IPAL. Jika tidak dipenuhi, akan kami layangkan surat teguran. Sejauh ini pengelola bersikap kooperatif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Landasan Ulin Utara 2, Muhammad Iqbal, memastikan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti persoalan limbah yang dikeluhkan warga.
Iqbal mengatakan, sejak menerima laporan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan mitra pelaksana serta dinas terkait untuk melakukan perbaikan sistem pengelolaan limbah.
“Saya sudah berkoordinasi dengan mitra dan dinas terkait untuk perbaikan,” ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief