Dari area bekas keramaian jemaah, DLH Banjarmasin mengangkut sekitar 200 ton sampah.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, mengatakan jumlah tersebut berasal dari penanganan yang dilakukan pihaknya sendiri.
Baca Juga: Arus Balik 5 Rajab Padati Feri Banjarmasin–Batola
“Itu baru dari kami, belum termasuk yang ditangani daerah lain. Kami mengerahkan 23 dump truck pikap Tossa, dibantu 200 relawan dan petugas kebersihan dari Banjarmasin,” ujarnya.
Penanganan difokuskan pada titik-titik awal penumpukan sampah, seperti rest area yang dibangun relawan, serta penyisiran jalan dan trotoar yang dipenuhi sampah berserakan.
“Sampah banyak muncul di rest area. Itu sudah kami antisipasi dan dipungut sampai bersih,” kata Marzuki yang akrab disapa Jack.
Menurutnya, penanganan sampah ini merupakan kerja sama lintas daerah yang telah dikoordinasikan sejak beberapa bulan lalu.
Lima daerah terlibat, yakni DLH Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
Bahkan, sehari sebelum puncak acara, dua unit mobil konvektor sudah disiagakan di kawasan Sekumpul.
Baca Juga: Banjir Meluas di Banjar, 93 Desa Terdampak 21.535 Jiwa Mengungsi
“Satu unit bisa menampung sekitar 6–8 ton sampah,” jelasnya. Armada tambahan juga menyusul sekitar pukul 02.00 Wita, sementara relawan lebih dulu disebar di titik-titik keramaian.
Jack menegaskan, sebagian besar timbulan sampah di Sekumpul juga berasal dari warga Banjarmasin yang hadir sebagai jemaah.
“Di Banjarmasin justru berkurang, tapi meningkat di Sekumpul karena warganya ke sini,” katanya.
DLH Banjarmasin tetap harus bolak-balik menangani sampah di kota sendiri. Strategi ini dilakukan agar penanganan sampah di dua wilayah berjalan seimbang.
“Armada yang kami kerahkan berangkat setelah menyelesaikan tugas rutin, jadi tidak mengganggu pelayanan di Banjarmasin,” tutupnya.
Penanganan sampah pascaacara menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat skala kegiatan yang sangat besar.
Polres Banjar memperkirakan sekitar 4.950.000 jemaah menghadiri peringatan 5 Rajab, yang disebut sebagai salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Asia Tenggara. (*)
Editor : M. Ramli Arisno