Saat air pasang mencapai puncak, ketinggian genangan bahkan menyentuh lutut orang dewasa.
Pantauan Radar Banjarmasin, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 18.00 Wita, air laut pasang merendam akses utama permukiman. Aktivitas warga lumpuh, termasuk mobilitas anak-anak sekolah.
Baca Juga: DPRD Kalsel Tekankan Sinergi Pengamanan Pengajian 5 Rajab
Salah satunya dialami Tasya (12), siswi SDN Pemurus Dalam 1, yang terpaksa beradaptasi agar tetap bisa bersekolah.
Saat rob datang, ia harus berjalan kaki puluhan meter di genangan air, memastikan seragamnya tidak basah.
“Kalau sekolah pakai baju biasa dulu, termasuk sandal. Nanti ganti baju di sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: BNNK Tala Catat Penurunan Peserta Rehabilitasi Narkoba
Menurut Tasya, banjir rob di lingkungannya datang tak menentu, namun hampir selalu muncul saat musim hujan, terutama November hingga Februari.
Kondisi itu diperparah ancaman hewan melata yang kerap muncul di genangan.
“Aku pernah lihat ular lewat. Kalau tidak lewat situ, tidak bisa pulang atau pergi,” keluhnya.
Baca Juga: Jemaah 5 Rajab Sekumpul Berpotensi Melonjak Tajam Tahun Ini
Sore itu, Tasya baru pulang dari warung jajan sambil menggendong adiknya. Langkahnya tertahan arus air yang cukup deras dan berat, membuat perjalanan singkat terasa melelahkan.
Tingginya rob juga memaksa warga mengungsikan kendaraan. Sepeda motor hingga mobil diparkir di halaman tetangga yang lebih tinggi untuk menghindari mogok atau kerusakan mesin.
“Kami titipkan di rumah tetangga di depan. Sudah biasa kalau rob naik,” ujar Wiwin, warga setempat.
Baca Juga: Video Asusila Gay Gegerkan Balangan, Bupati Keluarkan Peringatan
Tak hanya permukiman, aktivitas sosial pun ikut terdampak. Di kawasan tersebut terdapat pijat alternatif yang kerap menjadi rujukan relawan emergency untuk korban kecelakaan ringan.
Saat rob tinggi, pasien terpaksa ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk.
“Di ujung ada rumah Paman Apul. Biasanya korban kecelakaan dibawa ke sana. Kalau rob, ya ditandu,” tambah Wiwin.
Baca Juga: Libur Kuliah Berujung Duka, Kampus FEB ULM Serahkan Kasus Tewasnya Mahasiswi Akuntansi ke Polisi
Warga berharap banjir rob tidak berlangsung lama. Posisi permukiman yang lebih rendah dibanding wilayah lain di Kelurahan Pemurus membuat kawasan ini selalu menjadi langganan genangan, terutama saat pasang laut bertepatan dengan hujan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno