Kehadiran jemaat menandai dimulainya rangkaian Misa Malam Natal yang digelar dua kali pada malam puncak perayaan.
Sebelum memasuki ruang ibadah, umat satu per satu menyentuh air suci dan membuat tanda salib. Ritual ini menjadi bagian penting dari persiapan rohani umat Katolik menjelang misa.
Baca Juga: Tersedia Warung Gratis 5 Rajab di Jalur Gunung Kayangan Pelaihari
“Ini pengingat bahwa kami adalah umat Katolik yang telah dibaptis,” ujar Andrian, mantan wakil ketua gereja.
Selain air suci, jemaat juga menyentuh garam yang telah diberkati. Keduanya diyakini memiliki makna sakramental yang mendalam.
“Air dan garam disakralkan. Selain menyucikan rohani, ini diyakini sebagai simbol perlindungan dari gangguan roh jahat,” jelas Andrian.
Baca Juga: Shootker Club Buka Bengkel Gratis Siap Panggil Bagi Jemaah 5 Rajab Sekumpul
Pada malam Natal ini, Gereja Katedral Keluarga Kudus menggelar misa sebagai ibadah resmi umat Katolik.
Perayaan dilaksanakan melalui nyanyian pujian, pembacaan firman Tuhan, dan penerimaan sakramen, sebagai bentuk persembahan iman kepada Tuhan.
Tema Natal tahun ini adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diambil dari Injil Matius 1:21–24. Tema tersebut menekankan makna kehadiran Kristus dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Baca Juga: Masih Terus Naik, Pelabuhan Trisakti Tembus 6.401 Arus Penumpang
Prosesi Misa Malam Natal di Gereja Katedral Banjarmasin dijadwalkan berlangsung dua kali, masing-masing pada pukul 17.00 dan 20.00 Wita, untuk mengakomodasi jumlah jemaat yang terus bertambah. (*)
Editor : M. Ramli Arisno