BANJARMASIN – Rencana pembangunan akses jalan menuju Kawasan Industri Terpadu (KIT) Mantuil menghadapi tantangan persoalan lahan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan saat ini pemko baru memasuki tahap ekspose draf laporan akhir studi kelayakan pembangunan akses KIT Mantuil.
"Draf akhir studi kelayakan ini harus benar-benar dikaji karena menjadi dasar kebijakan pemerintah kota," ujar Yamin, Selasa (16/12).
Ia menegaskan, kajian tersebut tidak berhenti pada satu kali pemaparan. Pemko masih akan meminta ekspose lanjutan guna memastikan rencana pembangunan akses jalan benar-benar membawa dampak positif bagi masyarakat.
"Kita ingin memastikan bahwa studi kelayakan ini nanti menimbulkan dampak yang positif untuk kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Politikus Gerindra ini tak menampik, merealisasikan rencana tersebut tidaklah mudah. "Kendalanya adalah sosialisasi dan pendataan titik jalan, termasuk pemilik lahan yang akan dilalui. Selain itu, kita juga harus memperhatikan saluran air, irigasi, dan aspek teknis lainnya," ungkapnya.
Karena itu, agar pengembangan KIT Mantuil dapat berjalan optimal, dibutuhkan sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.
"Dengan kawasan industri ini, perekonomian bisa tumbuh secara berkelanjutan dan membuka lapangan kerja baru. Apalagi Mantuil ini lokasinya strategis," tegas Yamin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan studi kelayakan pembangunan jalan KIT Mantuil itu masih harus didiskusikan.
"Sekarang tengah kita uji melalui diskusi dengan instansi terkait, baik dari provinsi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, pertanahan, maupun bidang lain yang terlibat," jelasnya.
Seluruh masukan dari hasil diskusi tersebut akan menjadi penyempurnaan dokumen studi kelayakan. Perbaikan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini sebelum masuk ke tahapan perencanaan berikutnya.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief