BANJARMASIN - Proyek saluran drainase di Jalan Perdagangan, RT 23, Banjarmasin Utara, dikeluhkan warga setempat. Terutama yang berada di depan Kompleks Sungai Jarak, Kuin Utara.
Sebab akses buat keluar masuk permukiman tersebut tak bisa ditembus lantaran proyek drainase tersebut tidak memberikan akses jalan buat warga yang bermukim di dalam kompleks.
Pekerja hanya membuatkan titian darurat dari material papan yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja. Jangankan mobil, sepeda motor pun kesulitan untuk melintas. Kondisi seperti ini berlangsung lima hari terakhir.
Rusdi (35) salah satu warga yang bermukim di kawasan itu membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sebenarnya persoalannya lebih ke koordinasi antara kontraktor proyek dan ketua RT (rukun tetangga).
Soalnya, ketika penggalian dimulai, tidak ada sama sekali koordinasi dengan penghuni kompleks. Bagaimana supaya warga bisa tetap melintas untuk menjalani rutinitas harian.
"Sebelumnya, kondisi jalan sementara itu tidak sebesar sekarang, dan beberapa lantai papannya sempat terbawa banjir rob," katanya, Kamis (11/12).
"Nah, sekarang sudah agak lebar jalan daruratnya. Kapan dikerjakannya, saya kurang tahu. Jadi warga yang menggunakan kendaraan roda empat, sebagian terpaksa menumpang parkir di depan," imbuhnya.
Ia berharap masalah ini segera diselesaikan. Apalagi, salah seorang warga kompleks yang menderita stroke perlu keluar masuk setiap hari untuk menjalani terapi.
"Itu saja harapan kami, pekerja proyek bisa menyelesaikan dengan cepat," harap Rusdi.
Keluhan ini diunggah ke media sosial oleh salah seorang penghuni kompleks. Pemilik akun meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin untuk menindaklanjuti keluhan warga Kompleks Sungai Jarak.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief