Lukisan-lukisan yang memotret kehidupan sosial, budaya, dan sejarah Kalimantan Selatan menjadi magnet sekaligus latar swafoto favorit generasi Z.
Banyak pengunjung datang bersama teman maupun keluarga untuk menikmati karya sang maestro. Tak sedikit pula yang langsung mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto estetik di depan lukisan.
Baca Juga: DPW PKS Kalsel Pasang Target 12 Kursi Legislatif Provinsi, Siapkan Strategi Menangkan Pemilu 2029
Salah satu pengunjung, Keisha (18), mengaku terkesan dengan cara Misbach menonjolkan wajah eksotis Bumi Lambung Mangkurat.
“Tempatnya estetik dan instagramable. Awalnya saya jarang melihat lukisan, tapi karena ada pameran ini jadi tahu keindahan Kalsel, salah satunya Loksado,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Bagi Keisha, lukisan Air Terjun Meratus 2 menjadi karya paling unik karena menampilkan keindahan alam Hulu Sungai Selatan lengkap dengan menjangan yang merumput di bawah sinar matahari pagi.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Rumah dan Pom Mini di Batulicin Tanah Bumbu, Kerugian Ditaksir Capai Rp300 Juta
Minat serupa juga disampaikan Nabila dan rekannya yang datang setelah melihat cuplikan pameran menghiasi for you page TikTok.
“Ini sempat FYP karena mengangkat keindahan dan budaya masyarakat Kalsel,” ungkapnya.
Pengunjung lain, Halisa, mengakui belum memahami latar setiap karya Misbach Tamrin, namun tetap merasa terbantu oleh informasi yang tersedia.
Baca Juga: Emi Lasari Apresiasi UMKM Award Banjarbaru, DPRD Siap Support Penuh Program Pengembangan Usaha Mikro
“Mungkin ada maknanya yang saya belum tahu, tapi bagus ada papan informasinya,” tuturnya.
Humas Pameran Rindang Banua, Widya Hajrian, mengatakan jumlah pengunjung sudah melampaui 1.000 orang sejak dibuka.
“Banyak dari generasi muda yang antusias terhadap karya maestro Misbach Tamrin,” katanya.
Baca Juga: Anies Baswedan Temui Petani Batola dan Soroti Masalah Pupuk yang Berulang Tiap Musim
Sebagai informasi, terdapat 21 karya yang dipamerkan. Tujuh di antaranya adalah karya lama dari kurun 1977–2007, sementara 14 sisanya merupakan karya terbaru yang digarap dalam tiga bulan terakhir. (*)
Editor : M. Ramli Arisno