Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bantu Petani Hadapi Panen Anjlok, BPTH Kalsel Meninjau ke Lokasi

M Fadlan Zakiri • Sabtu, 22 November 2025 | 19:29 WIB
MENINJAU: Petugas BPTPH Kalsel meninjau kondisi petani hortikultura di Banjarbaru untuk menekan serangan OPT Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
MENINJAU: Petugas BPTPH Kalsel meninjau kondisi petani hortikultura di Banjarbaru untuk menekan serangan OPT Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

BANJARBARU - Setelah petani cabai dan sayuran di Kota Banjarbaru mengeluhkan panen anjlok akibat cuaca tak menentu, kini pemerintah mulai turun tangan.

Produksi hortikultura yang terjun bebas sejak awal November membuat Balai Pengendalian dan Pengawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalsel, mengaktifkan langkah darurat untuk meredam serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi perlindungan tanaman, untuk membantu petani menghadapi musim penghujan yang tahun ini datang lebih cepat dan intens. “Kami sudah melakukan sosialisasi dan penyebaran peringatan dini terkait kewaspadaan cuaca,” ujarnya, Kamis (20/11).

Melalui kerja sama dengan BMKG Kalsel, BPTPH baru saja menyelesaikan Sekolah Lapang Iklim untuk membekali para petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dari lima kabupaten.

Materi yang diberikan mencakup cara membaca pola cuaca hingga dampaknya terhadap usaha tani hortikultura. Menurut Lestari, tingginya intensitas hujan membuat tanaman hortikultura lebih mudah diserang jamur, bakteri, dan hama daun yang berkembang cepat dalam kondisi lembap.

“Karena itu kami menyalurkan pestisida ramah lingkungan dan agen hayati sebagai pendukung pengendalian OPT di lapangan,” jelasnya.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui Brigade Perlindungan Tanaman di Laboratorium Sungai Tabuk, yang membawahi wilayah Barito Kuala, Tanah Laut, Banjar, Banjarbaru, dan Banjarmasin.

Untuk petani Banjarbaru dapat mengajukan permohonan lewat POPT setempat sesuai kebutuhan kondisi tanaman. “POPT di Banjarbaru bisa mengajukan bantuan melalui brigade Sungai Tabuk maupun langsung ke BPTPH Provinsi Kalsel,” kata Lestari.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#petani #banjarbaru