Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Rob Rendam Sejumlah Titik Kota Banjarmasin, Rumah Pompa Diaktifkan

Endang Syarifuddin • Selasa, 18 November 2025 | 11:50 WIB
SISTEM BARU: Rumah Pompa Sungai Belasung di Jalan RE Martadinata, samping Balai Kota Banjarmasin.
SISTEM BARU: Rumah Pompa Sungai Belasung di Jalan RE Martadinata, samping Balai Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN – Banjir rob kembali melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir. Meski sempat menggenangi jalan-jalan di pusat kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin mengklaim kondisi masih terkendali.

Kadis PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengatakan persiapan mitigasi rob sudah lebih matang. "Kita langsung operasionalkan Rumah Pompa Belasung saat level air di angka 90. Jadi genangan yang biasanya bertahan berjam-jam sekarang bisa lebih cepat turun," ujarnya, Senin (17/11).

Selama ini, ia menyebut kawasan sekitar Jalan Lambung Mangkurat kerap menjadi lokasi yang terendam ketika air pasang naik. Tanpa pompa, genangan bisa bertahan hingga lima jam. Namun sekarang tidak lagi.

"Dengan sistem baru ini, kita tidak menunggu air turun sendiri. Begitu ambang batas tercapai, pompa menyala dan air kita tarik keluar," katanya.

Upaya pengendalian rob tak berhenti di situ. Saat ini, pembangunan drainase baru di Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Hasanuddin HM sedang dikebut.

Infrastruktur tersebut akan dikoneksikan dengan Rumah Pompa Sungai Belasung di Jalan RE Martadinata sehingga seluruh aliran bekerja dalam satu sistem terintegrasi.

"Proyek drainase baru ini bukan untuk menghilangkan rob sepenuhnya, itu tidak mungkin. Tapi kita kendalikan, kita percepat surutnya, dan kita minimalkan gangguannya ke aktivitas kota," imbuhnya.

Meski demikian, tantangan masih ditemui tim di lapangan. Terutama di jalur aliran menuju Sungai Tatas, tepatnya di belakang kantor DPRD Kalimantan Selatan. Penyempitan saluran di situ membuat air tersendat.

"Itu titik hambatan yang sedang kita selesaikan. Kami sudah koordinasi dengan pihak provinsi untuk percepatan pembenahan. Begitu aliran diperlebar, kinerja pompa juga makin optimal," jelas dia.

Suri yakin dengan operasional pompa yang maksimal, ditambah drainase baru yang segera tersambung, fenomena air rob tidak lagi menjadi problem seperti sebelumnya. Aktivitas warga di pusat kota diklaim tetap bisa bergerak normal meskipun air pasang datang. "Intinya, kota harus tetap hidup. Rob boleh naik, tapi jangan sampai menghentikan aktivitas Banjarmasin," tegasnya.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#Banjir #banjarmasin #Rob #rumah pompa