Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DTKS Banjarmasin Terus Bergerak, Dinsos Turun Lapangan Menyisir Penerima Bansos

Endang Syarifuddin • Minggu, 9 November 2025 | 11:03 WIB

 

Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)
Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi.(Foto: Endang/Radar Banjarmasin)

BANJARMASIN – Data Terpadu Kesejahteraan Sosial alias DTKS di Banjarmasin kembali diperbaharui. Pendataan bukan sebatas rutinitas administrasi, tapi jadi cara untuk memastikan bansos yang turun nantinya benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Nuryadi mengatakan, selain verifikasi penerima manfaat, pihaknya juga melakukan evaluasi tahunan. Hal itu sesuai arahan pemerintah pusat yang menginginkan data sosial wajib selalu mutakhir.

“Setiap tahun kami evaluasi data penerima manfaat. Sesuai arahan pemerintah pusat, verifikasi data dilakukan setiap tiga bulan sekali agar data selalu mutakhir,” ucap Nuryadi kepada wartawan Minggu (9/11/2025).

Dikatakan, pergerakan angka DTKS pun tak pernah statis. Tahun ini, jumlah warga yang tercatat dalam DTKS di Banjarmasin berada diangka 15 ribu lebih. Namun jumlah itu bergerak mengikuti perubahan kondisi sosial, bisa bertambah, tapi ada pula yang dicoret.

“Tahun 2025 ini, jumlah DTKS mengalami peningkatan, walaupun terus mengalami perubahan. Ada penambahan, namun ada pengurangan karena data selalu diperbaharui,” terangnya.

Proses penyisiran penerima bansos ini dilakukan dengan pola persuasif. Petugas lapangan menggandeng aparat kelurahan, RT, hingga kader sosial. Dinsos tidak ingin pendataan hanya berbasis laporan berkas belaka, harus real sesuai fakta.

“Kami turun langsung ke lapangan agar bansos tepat sasaran,” tegasnya.

Demi memastikan penerima benar-benar masuk kategori layak, bukan yang sudah meninggal, pindah domisili, ataupun ekonominya telah melonjak membaik, maka survei langsung menjadi langkah yang paling efektif.

Di sisi lain, dinsos juga meminta masyarakat berperan aktif. Bila ada warga yang sudah tak pantas menerima bantuan, tapi masih tercatat dan menikmati bansos, warga sejatinya bisa melapor. Dengan begitu dapat membantu tugas pemerintah dalam penyaluran bansos.

“Data sosial itu hidup bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga keakuratan serta menjamin keadilan dalam penyaluran bansos,” ungkap Nuryadi.

Editor : Arif Subekti
#terpadu #banjarmasin #pendataan #Sosial