Penurunannya tidak besar. Hanya 0,02 persen per Oktober kemarin. Namun bagi Pemko, itu sudah cukup menjadi bukti bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumper) Banjarmasin, Isa Ansari, menyebutkan tahun lalu pengangguran masih di kisaran 21 hingga 22 ribu, didominasi lulusan SMA. Meskipun tidak terlalu besar, tapi penurunan sekecil itu menurutnya tetap bermakna.
“Paling tidak dapat mengurangi lagi angka pengangguran di Kota Banjarmasin,” ucap Isa kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Diskopumper beberapa tahun terakhir rutin menggelar job fair dan pelatihan kerja. Baru-baru ini dua pelatihan sekaligus digelar, menjahit dan servis kendaraan bermotor injeksi.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan skill. Tapi juga membuka peluang mereka bikin usaha sendiri. Dan kami pun bisa menyalurkan mereka ke perusahaan,” tambahnya.
Dijelaskan, Diskopumper memang sudah menggandeng banyak perusahaan untuk serapan tenaga kerja. Tingginya permintaan itu pula yang jadi dasar mengapa pelatihan kerja terus diperbanyak.
“Makanya kita gelar pelatihan kerja, karena permintaan perusahaan terhadap tenaga profesional yang kita latih itu tinggi,” terangnya.
Selain sektor tenaga kerja, pemko juga memaksimalkan dorongan di sisi UMKM, lewat permodalan usaha. Harapannya sederhana, supaya UMKM tumbuh, usaha melebar, lapangan kerja ikut terbuka.
Ia memastikan, dalam waktu dekat pemko bersiap meluncurkan program pembiayaan baru bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Nama programnya Bamara, program permodalan bagi UMKM dibawah Pemko Banjarmasin ini bahian dari upaya untuk menekan tingkat pengangguran, sekaligus mendorong ekonomi tumbuh," tutup Isa.
Editor : Sutrisno