BANJARMASIN - Hingga 2023 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin sudah membangun sebanyak 12 dermaga atau selter air.
Baik yang dibangun sendiri melalui APBD Kota Banjarmasin, maupun yang dibangun melalui APBN, bekerja sama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Selain sebagai fasilitas penunjang moda transportasi air, adanya selter itu sejalan dengan program integrasi antara transportasi darat dan air.
Kepala Bidang Lalu Lintas di Dishub Banjarmasin, Febpry Ghara Utama berharap moda transportasi air bisa semakin berkembang.
"Sehingga bisa menopang pertumbuhan tranportasi pribadi yang ada di darat. Atau, beralih ke transportasi sungai," ucap Febpry, Selasa (20/8/2024).
Karena adanya sarana transportasi air berikut fasilitas pendukungnya berupa selter itu, juga membantu masyarakat dalam hal pelayanan angkutan.
"Bisa mempersingkat waktu atau jarak tempuh," tekannya.
Kini, tinggal bagaimana meyakinkan masyarakat untuk meramaikan penggunaan alat transportasi air.
Terkait hal tersebut, jawaban datang dari Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) di Dishub Banjarmasin, Ibni Achiruddin.
Untuk menarik atau mengembalikan minat masyarakat mengggunakan alat tarnsportasi sungai, saat ini pihaknya tengah menggodok Surat Keputusan (SK) tentang trayek penyelenggaran transportasi sungai.
SK itu dibuat agar ke depan, entah itu pemko ataupun pihak swasta bisa secara resmi mengoperasikan layanan transportasi sungai.
Ya, Achiruddin menginginkan trayek itu tidak hanya ada di darat Seperti halnya trayek Bus Trans Banjarmasin. Tapi juga di sungai-sungai di Banjarmasin.
"SK trayeknya inilah yang sedang kami susun. Insya Allah tahun ini rampung," yakinnya.
"Kami inginnya ada bus atau taksi air yang bisa mengakomodir masyarakat yang hendak menggunakan jalur sungai di wilayah Banjarmasin," ujarnya.
"Bisa disediakan oleh pemko sendiri, atau tidak menutup kemungkinan sawata yang menggarapnya ke depan," tambahnya.
Lebih jauh, sembari menyusun SK trayek, Achiruddin juga mengatakan, di tahun 2024 ini, bakal masih ada pembangunan selter air.
Lokasinya ada di dua tempat. Yakni di kawasan Muara Kelayan dan di depan RSUD Sultan Suriansyah.
Hanya saja, lantaran adanya refocusing anggaran, pengerjaannya tidak menggunakan APBD Kota Banjarmasin, melainkan APBN.
"Sumber pembiayaan pembangunan, berasal dari APBN. Bantuan dari Kemenhub RI, yang mengerjakan juga langsung dari Kementerian," jelasnya.
"Digarap tahun ini, dan bakal selesai di tahun ini," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani