RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya lepas dari kehidupan masyarakat Hulu Sungai Utara (HSU). Di saat warga masih berhadapan dengan asap, persoalan ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menjadi keresahan.
Kondisi tersebut mendorong Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat HSU turun ke jalan, Senin (7/9/2026). Mereka menggelar aksi di depan Kantor DPRD HSU dengan mengusung tema “Asap Menutup Langit, BBM Harga Selangit, Rakyat Menjerit”.
Massa terlebih dahulu berkumpul di Masjid Agung At-Taqwa sekitar pukul 09.00 WITA. Satu jam kemudian, mereka bergerak menuju Kantor DPRD HSU untuk menyampaikan aspirasi.
98 Kejadian Karhutla Jadi Sorotan
Mahasiswa menilai persoalan karhutla tidak bisa dianggap sepele. Kabut asap yang muncul akibat kebakaran dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyebut terdapat 98 kejadian karhutla. Mereka meminta pemerintah memberikan perhatian serius karena dampak asap dirasakan langsung masyarakat.
Tak hanya jumlah kejadian, mahasiswa juga mempertanyakan dampak kesehatan akibat paparan asap.
Mereka meminta pemerintah terbuka mengenai potensi peningkatan kasus gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga iritasi mata dan tenggorokan.
Perlindungan terhadap relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla juga menjadi perhatian. Mahasiswa meminta pemerintah memastikan adanya perlindungan sekaligus sosialisasi mengenai pencegahan gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Antrean BBM Ikut Bikin Resah
Di tengah persoalan kabut asap, mahasiswa juga menyoroti distribusi BBM yang dinilai belum merata.
Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar menjadi salah satu indikator yang mereka soroti. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat harga BBM di tingkat pengecer ikut melonjak.
Massa meminta Pemkab dan DPRD HSU tidak hanya fokus menangani karhutla, tetapi juga memastikan ketersediaan BBM serta menjaga kestabilan harganya.
Bupati Temui Massa di Jalan
Bupati HSU H Sahrujani yang sebelumnya menghadiri pelantikan Bunda PAUD di Aula Idham Chalid kemudian menemui massa bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, pimpinan dan anggota DPRD HSU, serta jajaran Polres HSU.
Dialog berlangsung langsung di lokasi aksi. Para pejabat bahkan duduk bersama massa di jalan raya untuk mendengarkan satu per satu aspirasi mahasiswa.
Bupati H Sahrujani mengatakan Pemkab HSU telah melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap, salah satunya membagikan masker kepada masyarakat dan sekolah.
“Jika upaya tersebut dirasa masih kurang, segala saran dan masukan yang bagus akan kami terima dan kita lakukan. Tanggung jawab ini tentu tanggung jawab kita bersama, yaitu ingin melakukan hal terbaik untuk masyarakat HSU,” ujar Sahrujani.
Menurutnya, pemerintah tidak ingin persoalan kabut asap akibat karhutla terus berulang setiap tahun. Penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Kita akan bersama-sama terkait hal ini. Kami juga tidak mau berulang setiap tahunnya. Namun harus dimaklumi terkait hal ini juga karena ada paparan dari daerah lain,” jelasnya.
Pemkab Bakal Koordinasi dengan BPH Migas
Terkait persoalan BBM, Pemkab HSU bersama DPRD berencana berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk meminta penambahan kuota BBM bagi Kabupaten HSU.
Sementara itu, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan mengatakan pemerintah daerah akan memperkuat mitigasi bencana secara menyeluruh.
Penanganan, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus dimulai sejak tahap prabencana hingga pascabencana.
Penguatan mitigasi tersebut juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang telah dituangkan dalam RPJMD. Dengan begitu, penanganan bencana, termasuk karhutla, diharapkan lebih terarah dan berkelanjutan.
Aspirasi Mahasiswa Bakal Ditindaklanjuti
Ketua DPRD HSU H Fadilah, SM menambahkan, DPRD turut mendorong langkah-langkah penanganan karhutla di daerah.
Aksi yang awalnya menyuarakan keresahan terkait kabut asap dan BBM tersebut akhirnya menjadi ruang dialog antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, DPRD, dan unsur terkait.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan massa akan ditindaklanjuti, terutama menyangkut penanganan karhutla, dampak kesehatan akibat kabut asap, serta ketersediaan dan distribusi BBM di HSU.
Editor : Eddy Hardiyanto