RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Kabar menggembirakan datang bagi putra-putri Hulu Sungai Tengah (HST) yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Sebanyak 20 anak HST berpeluang mendapatkan beasiswa kuliah ke China mulai 2027. Beasiswa tersebut mencakup pendidikan S-1 dan D-4 vokasi.
Kesempatan itu disampaikan Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, saat Sosialisasi dan Penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Pendopo Bupati HST, Jumat (4/9/2026) sore.
Kuliah ke China, Tak Hanya Gratis Pendidikan
Rifqinizamy mengatakan, para penerima beasiswa tidak hanya mendapat pembiayaan pendidikan. Mereka juga akan memperoleh fasilitas tempat tinggal dan uang saku sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
“Pada tahun 2027 yang akan datang, ulun akan memberikan beasiswa kepada 20 putra-putri Hulu Sungai Tengah untuk bisa berstudi S-1 dan D-4 vokasi ke negeri China,” ujar politikus NasDem tersebut.
Program ini menjadi peluang bagi anak-anak HST untuk memperoleh pengalaman pendidikan di luar negeri sekaligus memperluas kesempatan mereka memasuki dunia kerja.
Diproyeksikan Masuk Industri Strategis
Menariknya, program beasiswa tersebut tidak berhenti pada kesempatan kuliah di China.
Rifqinizamy mengatakan, perguruan tinggi yang nantinya dipilih akan diupayakan memiliki keterkaitan dengan industri strategis serta perusahaan-perusahaan asal China.
Menurutnya, pola pendidikan seperti ini penting agar lulusan dari HST tidak hanya menjadi tenaga operator, tetapi mampu menguasai teknologi hingga menciptakan inovasi.
“Ulun (saya) ingin putra-putri HST tidak lagi hanya sekadar menjadi operator alat berat. Kalau perlu, merekalah yang akan membuat teknologi alat-alat berat di dunia ini,” tegasnya.
Lulusan Berpeluang Langsung Bekerja
Rifqinizamy menyebut, sekitar 95 hingga 99 persen lulusan dari universitas yang dipilih nantinya memiliki kesempatan bekerja di industri strategis atau perusahaan China, bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Peluang tersebut dinilai menjadi nilai tambah bagi penerima beasiswa. Sebab, mereka tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga diarahkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Program untuk anak HST ini merupakan bagian dari kuota sekitar 1.500 beasiswa yang akan diberikan kepada siswa-siswi SLTA dari berbagai daerah di Indonesia.
Jadi Penasihat Khusus Kerja Sama Pendidikan Indonesia-China
Rifqinizamy menambahkan, dirinya telah diangkat Pemerintah China sebagai Special Advisor for Higher Education Vocational Indonesia-China atau Penasihat Khusus Kerja Sama Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia-China.
Melalui peran tersebut, ia mendapat kesempatan menyalurkan beasiswa bagi pelajar Indonesia. Jurusan dan kapasitas penerima akan disesuaikan dengan program pendidikan yang telah ditentukan.
Bagi putra-putri HST, khususnya siswa yang memiliki prestasi dan cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri, program ini membuka peluang baru.
Tak sekadar kuliah di negeri orang, mereka juga dipersiapkan untuk memiliki kemampuan teknologi dan akses menuju industri strategis.
Editor : Eddy Hardiyanto