RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai – DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mendesak PT PLN (Persero) UP3 Barabai mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pemadaman bergilir dapat dihentikan sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir Agustus 2026.
Ketua DPRD HST, Pahrijani, mengatakan keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir terus berdatangan. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil sangat dibutuhkan karena aktivitas keagamaan masyarakat akan meningkat selama bulan Maulid.
"Kami berharap PLN dapat melakukan percepatan penyelesaian perbaikan dan pemulihan listrik sebelum bulan Maulid Nabi," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, listrik merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi aktivitas masyarakat sekaligus roda perekonomian daerah. Karena itu, DPRD meminta PLN segera menuntaskan persoalan pemadaman bergilir yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir.
Menanggapi desakan tersebut, Manager PLN UP3 Barabai, Izbet Alighorky, menyatakan pihaknya menyambut baik masukan DPRD dan akan meneruskan harapan tersebut kepada jajaran manajemen PLN.
Ia menjelaskan, pemadaman bergilir dipicu gangguan teknis pada sejumlah pembangkit yang terhubung dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan. Salah satunya akibat kerusakan generator di PLTU Asam-Asam. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan pasok daya menurun.
"PLN saat ini mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan sistem," kata Izbet.
Selama proses pemulihan berlangsung, PLN mengimbau masyarakat untuk memantau jadwal pemadaman melalui kanal WhatsApp dan media sosial resmi PLN agar dapat menyesuaikan aktivitas.
Pelanggan juga diminta menggunakan listrik secara bijak dengan mematikan peralatan yang tidak digunakan serta memanfaatkan perangkat hemat energi guna membantu menjaga kestabilan sistem hingga proses pemulihan selesai.