RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Kepolisian Resor (Polres) Tapin mengingatkan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.
Kapolres Tapin, Weldi Rozika, menegaskan sinergitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama tahapan Pilkades berlangsung.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi modal utama dalam merespons berbagai persoalan strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga pelaksanaan pembangunan dan pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik.
"Alhamdulillah sampai saat ini kondisi kamtibmas di Kabupaten Tapin dalam keadaan kondusif. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik seluruh unsur Forkopimda dan instansi terkait," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Weldi mengingatkan bahwa tantangan pengamanan akan semakin meningkat seiring mendekatnya hari pemungutan suara Pilkades.
Ia menyebut, pada 1 Agustus mendatang sebanyak 39 desa akan melaksanakan Pilkades serentak, ditambah dua desa yang menggelar pemilihan kepala desa pergantian antarwaktu (PAW).
Secara keseluruhan terdapat 130 bakal calon kepala desa yang dinyatakan memenuhi syarat pada Pilkades reguler serta empat bakal calon pada dua desa PAW.
Menurut Kapolres, karakteristik Pilkades berbeda dengan pemilihan kepala daerah karena seluruh calon, pendukung, hingga panitia berasal dari lingkungan desa yang sama.
Kondisi tersebut membuat hubungan emosional antarwarga lebih kuat sehingga potensi gesekan juga lebih tinggi apabila tidak dikelola dengan baik.
"Tingkat kerawanan Pilkades justru lebih tinggi dibandingkan Pilkada. Karena calon, pendukung dan panitia berasal dari desa yang sama, sementara ruang lingkupnya lebih kecil sehingga potensi konflik harus benar-benar diantisipasi," tegasnya.
Karena itu, Polres Tapin mengajak seluruh pihak, mulai dari penyelenggara, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga para calon kepala desa beserta pendukungnya untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman.
Menurut Weldi, upaya menjaga kondusivitas tidak hanya dilakukan saat hari pencoblosan, tetapi juga harus dimulai sejak tahapan kampanye, pemungutan suara hingga pascapenetapan hasil Pilkades.
"Perlu peran dan kerja sama kita semua untuk menjaga situasi kamtibmas sebelum, saat, maupun setelah pelaksanaan Pilkades agar tetap kondusif," katanya.
Polres Tapin bersama TNI, Satpol PP, pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda juga terus memperkuat koordinasi dalam menyusun pola pengamanan di setiap desa yang melaksanakan Pilkades.
Dengan sinergi tersebut, diharapkan seluruh tahapan Pilkades serentak 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan demokratis tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik di tengah masyarakat.
"Semoga Kabupaten Tapin selalu dalam keadaan kondusif serta sinergitas dan soliditas antarinstansi tetap terjaga demi menyukseskan Pilkades 2026," pungkas Kapolres.
Editor : M Oscar Fraby