RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Tampuk kepemimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru resmi berganti.
Mantan Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, secara terbuka menitipkan tongkat estafet perjuangan dan aspirasi masyarakat kepada Muhammad Syahrial yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Banjarbaru Sisa Masa Jabatan 2024–2029.
Gusti Rizky menekankan tiga poin krusial yang harus dipegang teguh oleh suksesornya tersebut.
Poin pertama dan utama adalah mengenai hakikat jabatan sebagai amanah besar dari warga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini.
"Jabatan itu hanyalah amanah, artinya harus dilaksanakan sesungguh-sungguh. Karena amanah ini adalah harapan yang diberikan dari seluruh masyarakat Kota Banjarbaru kepada kita," ujar Gusti Rizky selepas prosesi pelantikan, Rabu (1/7).
Poin kedua, ia mengingatkan bahwa figur Ketua DPRD merupakan representasi total dari institusi legislatif.
Menurutnya, muruah lembaga dewan sangat bergantung pada bagaimana sang ketua membawa diri di ranah publik.
"Ingat bahwa Ketua DPRD Banjarbaru adalah cerminan dari lembaga DPRD itu sendiri. Sehingga apapun baik sikap, perbuatan, dan perlakuan kita kepada masyarakat, itu betul-betul harus dilaksanakan sebaik-baiknya karena merupakan wajah dan perlambangan dari DPRD," pesannya.
Lebih lanjut, Gusti Rizky menggarisbawahi bahwa pergantian pimpinan tidak boleh memutus jalinan aspirasi yang sedang berjalan.
Ia meminta Syahrial langsung tancap gas tanpa perlu berlama-lama dalam euforia seremonial pelantikan.
Salah satu pekerjaan rumah (PR) besar yang mendesak untuk dikawal adalah isu konflik agraria yang menimpa warga lokal baru-baru ini.
"Dengan terjadinya pergantian Ketua DPRD, bukan berarti masalah-masalah ataupun aspirasi yang pada masa saya sempat diserap itu berhenti di situ saja. Artinya tetap ada keberlanjutan," cetus Gusti Rizky.
Secara spesifik, ia menyoroti nasib warga yang terdampak eksekusi lahan yang memerlukan perhatian saksama dan solusi konkret dari pihak legislatif.
"Terlebih lagi seperti yang kita tahu, baru-baru ini ada masalah masyarakat yang tereksekusi lahan. Ini juga perlu jadi pikiran kita bersama. Artinya, biarlah seremonial ini hanya sekadar interaktif, setelah ini langsung kita harus kerja untuk masyarakat," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby