Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ketua Komisi I DPRD HST Soroti Permasalahan di RS Haji Damanhuri Barabai, Ini Catatannya

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:03 WIB
SOROTI: Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi mennyampaikan catatan perbaikan untuk RSHD Barabai. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
SOROTI: Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi mennyampaikan catatan perbaikan untuk RSHD Barabai. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Ketua Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) Yajid Fahmi menyoroti berbagai hal permasalahan di Rumah Sakit Haji Damanhuri Barabai (RSHD) kepada pasien.

Mulai dari komunikasi petugas dengan pasien, penataan ruang perawatan ibu dan bayi, konsistensi pengembangan rumah sakit sesuai masterplan, hingga evaluasi sumber daya aparatur melalui penyegaran ASN.

Salah satu yang disorot adalah komunikasi antara dokter dengan pasien. Menurut Yajid, masih ada masyarakat yang mengeluhkan minimnya penjelasan mengenai diagnosis maupun perkiraan lama menjalani rawat inap.

"Padahal ini sebagai informasi penting yang harus diterima pasien dan keluarga," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Selain itu, ia juga menyoroti penempatan ruang perawatan ibu pascamelahirkan yang masih berjauhan dengan ruang perawatan bayi. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan keluarga, sehingga diharapkan ke depan kedua layanan tersebut dapat ditempatkan lebih dekat.

Yajid juga mengingatkan pentingnya konsistensi terhadap masterplan pengembangan rumah sakit agar pembangunan lebih terarah dan penggunaan anggaran menjadi lebih efektif. 

"Pengadaan peralatan medis baru harus selalu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan layanan," tambahnya.

Ia turut menyinggung kebijakan terbaru BPJS Kesehatan mengenai jadwal kontrol rawat jalan yang dinilai masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Menurutnya, pasien sering kali kesulitan menyesuaikan waktu kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan sehingga perlu dicarikan solusi terbaik tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

"Kami mendorong manajemen RSUD H Damanhuri melakukan penyegaran terhadap ASN yang telah lama menempati posisi tertentu, khususnya apabila dinilai tidak lagi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja pelayanan," pungkasnya.

Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, dr Nanda Sujud Andi Yudha Utama, menegaskan seluruh kebijakan rumah sakit berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Mengenai letak ruang nifas dan ruang perawatan bayi yang masih berjauhan, Nanda mengakui hal tersebut memang menjadi pekerjaan rumah rumah sakit. 

"Dalam grand design pengembangan RSUD H Damanhuri telah direncanakan kawasan khusus ibu dan anak. Namun, pelaksanaannya masih dilakukan secara bertahap karena kondisi riil rumah sakit yang saat ini memiliki tingkat hunian pasien cukup tinggi sehingga beberapa rencana penataan ruang harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan," jelasnya.

Ia juga sependapat bahwa pengembangan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, RSUD H Damanhuri terus mendorong pengembangan kompetensi tenaga kesehatan agar mampu mengoperasikan berbagai layanan dan peralatan baru secara optimal.

“Jangan sampai memiliki peralatan yang canggih tetapi tidak didukung SDM yang memadai. Pengembangan SDM selama ini terus kami lakukan agar sejalan dengan perkembangan layanan rumah sakit,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Barabai #HST