RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) mengurangi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mencoret siswa SMA dari keluarga mampu mendapat dukungan di Kabupaten Tanah Laut. Kebijakan itu dinilai membuat bantuan lebih tepat sasaran.
Anggota DPRD Tanah Laut dari Fraksi NasDem, Joko Piyoto, mengatakan sejak awal program MBG memang lebih relevan diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
"Menurut saya itu sangat bagus. Memang harus seperti itu. Jangan dipukul rata semua menerima MBG," katanya.
Menurut Joko, program MBG membutuhkan anggaran besar sehingga harus difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Tujuan utamanya bukan sekadar menyediakan makanan gratis, tetapi membantu pemenuhan gizi anak dari keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bergizi.
Ia menilai siswa dari keluarga berkecukupan umumnya telah memperoleh asupan gizi yang memadai di rumah. Sebaliknya, keluarga kurang mampu masih menghadapi keterbatasan menyediakan makanan bergizi seimbang setiap hari.
"Kalau keluarga mampu, tentu kebutuhan makan dan gizinya relatif sudah terpenuhi. Sementara keluarga kurang mampu seringkali belum bisa menyediakan makanan bergizi seimbang setiap hari. Di situlah MBG harus hadir," ujarnya.
Joko juga menilai kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi tujuan utama program.
"Ini bagian dari pengelolaan anggaran agar lebih efektif. Hak masyarakat kurang mampu harus menjadi prioritas," tegasnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan yang tepat sasaran akan meningkatkan manfaat program sekaligus mendukung upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi anak secara berkelanjutan di Tanah Laut.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief