Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kopri PMII HSU Dorong Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

M Akbar Radar Banjarmasin • Jumat, 15 Mei 2026 | 11:18 WIB
Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Hulu Sungai Utara, Siti Asyah. (Foto: Dok Sumber)
Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Hulu Sungai Utara, Siti Asyah. (Foto: Dok Sumber)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,
AMUNTAI – Momentum bulan Mei yang sarat dengan berbagai peringatan nasional, mulai Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional, Hari Kebebasan Pers, hingga Hari Reformasi, menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi di Indonesia.

Di tengah rangkaian peringatan tersebut, kebebasan pers kembali menjadi sorotan sebagai salah satu pilar utama demokrasi yang harus terus dijaga bersama.

Hal itu disampaikan Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PMII) Hulu Sungai Utara, Siti Asyah.

Ia menegaskan, kebebasan pers telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

“Pers memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi. Negara telah menyediakan payung hukum untuk menjamin kebebasan penyampaian dan penerimaan informasi,” ujarnya Jumat (15/5). 

Namun, Siti Asyah mengingatkan bahwa di era digital saat ini, kebebasan pers dan kebebasan berpendapat menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Mulai dari tekanan politik, kepentingan ekonomi, potensi intimidasi, hingga maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks.

Menurutnya, kebebasan pers harus tetap berjalan beriringan dengan etika jurnalistik, akurasi, dan tanggung jawab sosial. Informasi yang belum terverifikasi dinilai dapat mengancam kualitas demokrasi dan merusak ruang publik.

“Pers dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam merawat demokrasi. Kebebasan harus dibarengi dengan tanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa fungsi pers saat ini tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penguat keterbukaan publik, jembatan aspirasi masyarakat dan pemerintah, serta penjaga iklim demokrasi yang sehat.

Siti Asyah berharap, semangat peringatan bulan Mei dapat menjadi refleksi bersama bahwa demokrasi tidak hanya untuk dirayakan, tetapi juga dirawat melalui komitmen menjaga kebebasan pers yang berintegritas.

“Jika pers kuat integritasnya dan masyarakat cerdas menyaring informasi, maka ruang publik kita akan semakin sehat, terbuka, dan berpihak pada kebenaran,” pungkasnya.

Editor : Arif Subekti
#demokrasi yang harus dijaga bersama #kebenasan pers kembali menjadi sorotan #Hulu Sungai Utara