RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Riuh rendah suara mahasiswa memecah kekhidmatan Aula Masjid Apung Siring Laut, Sabtu (9/5/2026).
Bukan sedang demonstrasi, namun para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang (P) Kotabaru-Tanah Bumbu periode 2025-2026 resmi dikukuhkan.
Namun, pelantikan ini bukan sekadar seremoni ganti wajah, ada beban berat yang dititipkan di pundak mereka. Yakni, menjadi alarm bagi Pemerintah Daerah.
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis yang hadir mewakili Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, secara blak-blakan meminta para pengurus baru untuk tidak kehilangan taringnya.
Di tengah dinamika pembangunan daerah yang penuh tantangan, HMI diminta tetap memegang teguh peran sebagai mitra kritis.
"Kami tidak butuh pemandu sorak. HMI harus tetap menjadi mitra kritis dan konstruktif. Jangan ragu berikan masukan, tapi harus solutif demi pembangunan di Bumi Saijaan dan Bumi Bersujud," cetus Syairi
Pernyataan Syairi ini seolah menjadi pengingat agar organisasi hijau-hitam ini tidak jinak setelah masuk ke lingkaran birokrasi.
Ia menekankan status agen perubahan (agent of change) jangan hanya jadi jargon di atas kertas, tapi harus dibuktikan dengan pengawalan kebijakan yang pro-rakyat.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Kotabaru-Tanbu terpilih, Teguh Jaka Saputra, menegaskan HMI di periodenya akan jauh lebih progresif.
Ia menyadari ekspektasi publik terhadap gerakan mahasiswa saat ini sangat tinggi, terutama dalam merespons isu-isu kerakyatan di pesisir Kalsel.
"Kami berkomitmen membawa organisasi ini lebih inovatif. HMI bukan tempat berkumpul biasa, ini wadah intelektual. Kami akan memperkuat solidaritas kader untuk memastikan suara mahasiswa tetap terdengar dalam setiap pengambilan kebijakan daerah," tegas Teguh.
Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Umum HMI Kalsel, Abdi Aswadi ini turut dihadiri perwakilan Pemkab Tanah Bumbu, tokoh KAHMI, hingga jajaran Forkopimda. Meski berlangsung formal, aroma semangat pergerakan terasa kental.
Editor : Fauzan Ridhani