KOTABARU - Ada pemandangan berbeda dari aktivitas libur lebaran Anggota DPRD Kotabaru, Rahmad. Jika kebanyakan pejabat memilih menghabiskan waktu di destinasi wisata mewah, legislator dari Bumi Sa-Ijaan ini justru memilih pulang ke kampung halaman di Jawa untuk kembali ke akar sejarahnya menjadi anak petani, Kamis (26/3/2026).
Namun, hal itu tidak menghilangkan tujuan utama awalnya bersilaturahmi bersama Keluarga momen Idul Fitri.
Tak tanggung-tanggung, setibanya di kampung halaman dalam suasana Idul Fitri, Rahmad langsung menanggalkan atribut kedewanannya. Ia terjun langsung ke sawah, bergabung bersama keluarga dan warga setempat untuk melaksanakan panen raya.
Bagi Rahmad, momen pulang kampung bukan sekadar seremoni silaturahmi melainkan pengingat jati diri. Ia mengaku tidak ingin sedikitpun melupakan sejarah aslinya sebagai anak seorang petani.
"Bersyukur atas segala nikmat yang ada sekarang itu wajib. Tapi yang lebih penting, jangan pernah meninggalkan sejarah asli kita. Saya ini anak petani, dan suasana panen raya bersama warga di kampung adalah kemewahan yang tak ternilai," ujar Rahmad.
Melihat antusiasme warga dan beratnya perjuangan di sawah, Rahmad menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dalam setiap langkah kehidupan.
Menurutnya, jabatan hanyalah amanah sementara, namun karakter dan asal-usul adalah pondasi yang utama.
“Kerendahan hati adalah awal dari langkah yang besar. Jangan pernah merasa lebih tinggi dari orang lain hanya karena jabatan,” cetusnya lugas.
Lebih lanjut, politisi yang dikenal vokal namun merakyat ini berpesan agar masyarakat selalu menghargai profesi apapun yang ditekuni orang lain. Baginya, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan halal dan ikhlas memiliki martabat yang sama tingginya.
"Hargai apapun pekerjaan orang lain. Mau itu petani, buruh, atau apa pun, mereka adalah pejuang keluarga. Dari sawah inilah kita belajar tentang kesabaran dan kerja keras yang nyata," tutupnya.
Editor : Fauzan Ridhani