BARABAI – Rencana pembangunan jalan penghubung Desa Batu Perahu, Aing Bantai hingga Juhu di kawasan Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), didorong segera direalisasikan guna membuka akses transportasi masyarakat yang selama ini masih terbatas.
Pembangunan jalan tersebut dinilai sangat penting karena warga di sejumlah desa itu belum menikmati akses darat yang memadai, sehingga mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pelayanan dasar masih terkendala.
Saat ini proses pembangunan memasuki tahap pemenuhan persyaratan administrasi. Pemerintah daerah tengah menyiapkan pengajuan persetujuan penggunaan kawasan hutan (IPPKH) ke Kementerian Kehutanan, mengingat sebagian trase jalan berada di kawasan hutan.
Berdasarkan informasi Dinas PUPR HST, pengajuan tersebut masih memerlukan kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum proses perizinan dapat dilanjutkan.
Rencana pembangunan jalan ini juga akan ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan dengan melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait agar percepatan realisasi dapat dilakukan.
Pambakal (Kepala Desa) Batu Perahu, Anah, menyampaikan masyarakat telah puluhan tahun menantikan akses jalan darat yang layak.
Selama ini warga masih mengalami kesulitan untuk menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan maupun layanan publik lainnya.
Menurutnya, keberadaan jalan penghubung akan membuka keterisolasian desa-desa di wilayah tersebut serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapannya pembangunan segera terealisasi, agar anak-anak lebih mudah bersekolah, warga lebih mudah berobat, dan kebutuhan sehari-hari bisa diakses dengan lancar,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Di sisi lain, Ketua Komisi III DPRD HST, Hermansyah menegaskan pembangunan jalan ini akan terus mereka kawal sampai terealisasi.
Sebab saat ini masyarakat di wilayah Pegunungan Meratus tersebut masih belum sepenuhnya merasakan pemerataan pembangunan, terutama akses transportasi darat.
Rencananya panjang jalan yang akan dibangun mencapai 39 kilometer.
“Mereka adalah warga HST yang sampai hari ini belum menikmati akses jalan yang layak. Karena itu pembangunan jalan penghubung ini harus didukung penuh dan menjadi prioritas,” janjinya.
Editor : Arif Subekti