Didampingi Ketua Umum Tim Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, Anies menampung berbagai keluhan terkait pertanian, terutama soal ketersediaan pupuk yang makin sulit didapat.
“Bagaimana kami bisa bekerja jika pupuknya tidak ada. Kami bingung soal regulasinya. Kalau begini, pertanian dan perkebunan kami terhambat,” ujar salah satu ketua kelompok tani.
Baca Juga: Pengurus IKA Unair Kalsel Dilantik, Ellyana Ingin Perkuat Kompetensi Anak Banua
Anies mengatakan, kunjungannya mencakup beberapa agenda, mulai dari pertemuan dengan petani, ke kampus Muhammadiyah, hingga pengukuhan pengurus Gerakan Rakyat Kalsel.
Ia mengaku senang dapat menghadiri penyerahan bantuan bagi petani di Desa Danda Jaya. Menurutnya, seluruh keluhan yang disampaikan menjadi catatan penting bagi perbaikan kebijakan.
“Para petani mengeluhkan ketersediaan pupuk, bukan hanya untuk pertanian tetapi juga perkebunan. Ini harus jadi prioritas. Masalah pupuk selalu muncul berulang. Proses penanganannya harus mendengar petani karena mereka yang paling tahu kondisi lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: DPRD Kalsel Respon Tuntutan Mahasiswa, Disambut di Ruang Paripurna
Ketua Gapoktan Wijaya Kusuma, Mosodikun, menyebut kehadiran Gerakan Rakyat memberi ruang lebih luas bagi petani untuk menyampaikan persoalan, termasuk sulitnya memperoleh pupuk kimia. Ia berharap ada bantuan yang dapat meringankan beban pengadaan pupuk.
Ia menambahkan, penyaluran pupuk selama ini dilakukan langsung melalui gapoktan, namun persoalan muncul ketika data luas lahan tidak sesuai kondisi di lapangan.
“Kadang pupuk yang turun minim karena data lahan tidak cocok dengan kenyataan. Ini yang membuat petani kesulitan,” ujar Mosodikun yang juga Ketua DPD GR Batola. (*)
Editor : M. Ramli Arisno