KANDANGAN – DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (DPRD HSS) kembali menggelar Rapat Gabungan Komisi untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 bersama pihak eksekutif, Kamis (20/11/2025). Rapat yang berlangsung dinamis tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD HSS, HM Kusasi didampingi Wakil Ketua I, H Husnan. Dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) HSS, H Muhammad Noor bersama jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) dan sejumlah pejabat teknis.
Sekda HSS, Muhammad Noor menegaskan struktur APBD 2026 yang disodorkan ke dewan belum sepenuhnya mengakomodasi hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) sebelumnya, terutama terkait kesepakatan total anggaran sebesar Rp1,9 triliun.
“Struktur APBD 2026 secara keseluruhan masih belum sesuai dengan hasil rapat Banggar terakhir yang menetapkan total anggaran Rp1,9 triliun,” jelasnya.
Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah penyesuaian yang belum terakomodasi, khususnya yang berkaitan dengan hasil pembicaraan bersama komisi-komisi dewan. Penyesuaian itu termasuk perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru serta intervensi anggaran di beberapa sektor. “Perubahan SOTK dan intervensi anggaran memungkinkan untuk dilakukan, namun tidak akan mengubah besaran total APBD,” tegas Sekda.
Sejumlah anggota dewan kemudian secara bergiliran menyampaikan pertanyaan hingga kritik konstruktif. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penyesuaian intervensi anggaran bagi program-program yang bersandar pada Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada dan bersifat berkelanjutan. “Ini agar kegiatan tersebut ter-cover dalam APBD 2026, dan menjadi penting untuk menjamin keberlanjutan program pembangunan daerah,” ujar Wakil Ketua II DPRD HSS, H M Kusasi.
Ia menekankan harapan agar rapat gabungan ini dapat melahirkan kesepakatan final yang matang dan aspiratif, sehingga APBD 2026 benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat HSS.
Menjawab berbagai pertanyaan dewan, Sekda HSS memberikan penjelasan komprehensif, khususnya mengenai progres pembangunan yang berjalan di bawah visi misi Bupati dan Wakil Bupati: “Membangun Desa, Menata Kota.”
Sekda memastikan bahwa beberapa proyek strategis daerah tetap menjadi prioritas. “Pembangunan strategis akan terus kita kawal dan laksanakan. Sementara masukan teknis anggota dewan akan kami tindak lanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait,” ungkapnya.
Editor : Fauzan Ridhani