Tidak sekadar merapikan struktur, partai berlambang matahari terbit itu juga menegaskan arah politik dengan mengusung Harry Wijaya sebagai calon Wali Kota Banjarmasin pada Pilwali 2029 mendatang.
"Dari hasil konsolidasi, kalau memang ada peluang 2029 mendatang, kami tetap akan menjadikan Harry Wijaya sebagai wali kota Banjarmasin. Itu targetnya," tegas Sekretaris MPPD PAN Kota Banjarmasin, Dafik Das'ad, usai Workshop Pendidikan Politik dan Konsolidasi Internal, Minggu (16/11/2025).
Baca Juga: Windi Novianto Gantikan Wartono Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru
Dafik menyebut, mesin PAN di Banjarmasin tidak ingin mengulang hasil pahit pada Pemilu 2024. Target utama kini jelas: mengembalikan kekuatan kursi legislatif seperti periode sebelumnya, minimal sembilan kursi.
"Dengan begitu, perahu PAN akan lebih mudah untuk maju di Pilkada. Paling cukup satu atau dua partai koalisi saja sudah memadai," tambahnya.
Workshop pendidikan politik yang digelar PAN bukan sekadar kegiatan rutin. Dafik menyebutnya sebagai langkah meningkatkan kapasitas anggota, pengurus, dan organisasi sayap di tingkat kota, sekaligus menguatkan konsolidasi internal.
Baca Juga: Opsen Pajak Tembus 120 Miliar, DPRD Banjarmasin Ingatkan Pemko Jangan Terlena
Kepengurusan baru masih menempatkan Harry Wijaya sebagai ketua dengan Anshar sebagai sekretaris. Beberapa wajah lama dari fraksi ikut bergabung, ditambah sejumlah nama baru yang sudah ditetapkan pada 31 Agustus 2025 lalu.
"Kami sudah meminta pernyataan tertulis dan pakta integritas bagi semua calon pengurus. Ini bagian dari penataan dini," jelasnya.
Dalam workshop tersebut, Dafik juga memaparkan pentingnya seluruh kader memahami dinamika sistem politik Indonesia yang terus berubah sejak era reformasi.
Ia mencontohkan, Pemilu 1999 masih menggunakan pencoblosan lambang partai sehingga caleg sering tidak dikenal.
Kemudian Pemilu 2004 kembali memakai nomor urut, sebelum akhirnya sistem suara terbanyak diterapkan.
"Sejak suara terbanyak berlaku, batas antara kader lama dan pendatang baru jadi tipis. Semuanya bisa punya kans. Ini yang harus dipahami kawan-kawan," ujarnya.
Perubahan besar juga bakal terjadi dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka peluang pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal.
Menurutnya, hal itu akan membuat kerja politik menjadi dua tahap dalam satu siklus pemilu.
"Kota sudah mulai sosialisasi. Karena kalau itu terjadi, pekerjaan kita dua kali. Kita bantu pusat sekali, lalu bekerja lagi di tingkat daerah, jaraknya dua tahunan," bebernya.
Baca Juga: Narotama Wiradharma Ramadhan Anak dari Kotabaru Raih Juara Satu Taekwondo se-Kalsel
Karena itu, PAN Banjarmasin memilih menyiapkan struktur, kader, serta perangkat partai lebih awal. Dafik menegaskan, konsolidasi ini untuk memastikan PAN siap sejak dini dan tidak kaget saat aturan berubah.
"Kami tidak ingin kaget saat aturan berubah. Konsolidasi ini untuk memastikan PAN siap sejak dini," pungkas Dafik.
Dengan mesin organisasi mulai dipanaskan, PAN tampaknya serius membuka jalan bagi Harry Wijaya untuk bertarung di Pilwali Banjarmasin 2029. (*)
Editor : M. Ramli Arisno