MARABAHAN – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola). Sabtu (7/6) malam, tepat di malam Hari Raya Iduladha, seorang remaja berusia 15 tahun dan satu orang lainnya meninggal dunia dalam insiden tragis di kawasan Sungai Gampa.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di Batola sejak awal 2025, di mana sejumlah korban tercatat masih di bawah umur.
Anggota DPRD Kabupaten Batola, M Agung Purnomo, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menyebut peristiwa itu sebagai tragedi yang menyayat hati dan menjadi duka bersama masyarakat.
“Kami sangat berduka. Ini bukan hanya luka bagi keluarga korban, tetapi juga peringatan serius bagi kita semua akan pentingnya keselamatan di jalan raya,” ujarnya, Minggu (8/6).
Agung menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat untuk mencegah kecelakaan serupa. Ia mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap titik rawan kecelakaan serta peningkatan edukasi dan pengawasan lalu lintas. “Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan biarkan korban terus berjatuhan karena kelalaian yang bisa dicegah,” tegas Ketua DPD PKS Batola ini.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, mengingat tingginya risiko kecelakaan. “Kesadaran kolektif sangat penting. Gunakan helm, patuhi aturan, dan jaga keselamatan bersama. Ini tanggung jawab kita semua,” tandasnya.
Agung turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, seraya berharap mereka diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini.
Kecelakaan berulang di Batola kini menjadi alarm keras bagi semua pihak, bahwa keselamatan berlalu lintas tak boleh diabaikan. Penegakan hukum, edukasi berkelanjutan, dan peran orang tua sangat menentukan untuk memutus rantai tragedi serupa ke depan.
Editor: Ramli Arisno
Editor : Arief