Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Namanya Masuk Bursa Calon Bupati Banjar, Syaifullah Tamliha Masih Mempertimbangkan Hal Ini

Sheilla Farazela • Jumat, 22 Maret 2024 | 08:57 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI, Syaifullah Tamliha saat memberikan hibah untuk warga Desa Pesayangan Utara, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Syaifullah Tamliha saat memberikan hibah untuk warga Desa Pesayangan Utara, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu.

Belum ada pembicaraan matang, siapa figur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akan diusung pada pemilihan Bupati Banjar mendatang. Namun, nama kader internalnya bermunculan dan meramaikan bursa kandidat.

    ****
MARTAPURA – PPP butuh koalisi untuk Pilkada di Kabupaten Banjar. Pada Pemilu 2024 pada 14 Februari tadi, partai berlambang Kakbah itu hanya merebut 5 kursi, dari 45 kursi tersedia. Masih kurang 4 kursi lagi untuk bisa mengusung calonnya sendiri.

Terlepas dari persoalan koalisi, setidaknya Sekretaris PPP Banjar Amiruddin punya gagasan nama internal yang memiliki potensi sebagai kandidat untuk diusung sebagai calon Bupati Banjar.

Menurutnya, PPP punya banyak nama internal yang representatif dan cukup dikenal masyarakat Banjar. “Seperti Syaifullah Tamliha yang saat ini sebagai anggota DPR RI, dan KH Ali Murtadho yang juga Ketua DPC PPP Banjar," ucap Amiruddin, belum lama tadi.

Pada pemilihan legislatif tingkat Kabupaten Banjar, partai berlambang Kakbah itu mengalami peningkatan jumlah suara. Bahkan, tetap mempertahankan 5 kursi di parlemen Banjar. "Pileg 2024 ini, kita mendapat 30.593 suara. Kalau di tahun 2019 kemarin, 30.112 suara. Ada pertambahan kurang lebih 500 suara," ungkapnya.

Meski begitu, Amiruddin mengakui proses pemilihan kepala daerah masih panjang. Bahkan, bersifat dinamis. "Intinya, kalau masyarakat Kabupaten Banjar menghendaki, kenapa tidak. Yang pasti beliau masih memikirkan," sebut Amiruddin saat ditanya kesiapan kandidat maju Pilbup Banjar.

Syaifullah Tamliha mengakui bahwa sudah ada beberapa tokoh lintas partai yang menemuinya. "Beberapa tokoh lintas partai memang ada yang meminta saya menjadi Bupati Banjar. Namun baru sebatas pembicaraan, dan belum ada follow up-nya," jawab Syaifullah Tamliha saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (21/3).

Menurutnya, keputusan maju tidaknya menjadi Bupati Banjar masih perlu dipikirkan secara matang. "Selain politisi, saya kan juga seorang pengusaha. Saya sedang berhitung manfaat atau mudaratnya, dan akan saya sampaikan pada saatnya nanti," sebut Anggota Komisi VIII DPR RI itu.

KH Ali Murtadho mengakui wajar namanya juga disebut dalam kandidat calon Bupati Banjar. "Nama-nama beredar itu biasa saja. Kemungkinan yang muncul nanti, tidak dikira-kira," sebutnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, sederet nama-nama calon Bupati Banjar tela bermunculan. Nama pertama mencuat H Muhammad Rofiqi dari partai politik Gerindra. Pada pemilihan legislatif (pileg) kemarin, Rofiqi berhasil meraih satu tiket kursi DPR RI.

Ia menyatakan siap maju untuk kursi Bupati Banjar di Pilkada Serentak 2024 nanti. "Jika mendapat dukungan luas dari masyarakat Kabupaten Banjar, insya Allah saya akan maju dan bertarung di Pilkada,” tegas Ketua DPC Gerindra Kabupaten Banjar itu, belum lama tadi.

Nama lainnya, sang petahana dari partai NasDem H Saidi Mansyur turut muncul ke permukaan. Sedangkan dari PKS, ada nama kader yang muncul namanya dalam bursa calon bupati. Mulai dari Habib Umar Hasan Alie Bahasyim sebagai caleg terpilih DPRD Kalsel dari Dapil Kabupaten Banjar. Satunya lagi Sayyid Abu Bakar Bahasyim sebagai caleg terpilih di DPRD Kabupaten Banjar.

Gagal Melenggang ke Senayan

Berstatus petahana, Syaifullah Tamliha juga bertarung merebutkan kursi DPR RI pada pemilu 2024 tadi. Namun berdasar formulir D Hasil, ia hanya memperoleh 76.902 suara. Masih kalah banyak dengan perolehan suara caleg yang lain.

Bambang Heri Purnama dari Partai Golkar memperoleh 333.628 suara. M Rifqinizamy Karsayuda yang kini berseragam NasDem memperoleh 168.592 suara. Habib Aboe Bakar Al Habsyi dari PKS mengantongi 117.223 suara. Pendatang baru M Rofiqi dari Gerindra meraih 112.197 suara. Sandi Fitrian Noor dari Partai Golkar memperoleh 111.209 suara.

Pangeran Khairul Saleh dari PAN dengan perolehan 94.602 suara. "Perolehan PPP tetap besar di Dapil Kalsel 1, sesuai data perhitungan internal kami yakni sekitar 80.000 suara," ujar Tamliha yang masih menjadi anggota Komisi VIII DPR RI.

Tamliha menyebut banyak faktor yang membuat suara PPP menurun. Salah satunya calon presiden yang diusung PPP kurang sesuai dengan kehendak masyarakat. "Capres yang diusung juga tidak seirama dengan kehendak Presiden Jokowi. Ini harus menjadi koreksi PPP ke depan," bandingnya.

Anggota DPR RI sejak tahun 2009 itu, juga mengatakan banyak dugaan adanya oknum penyelenggara pemilu menggelembungkan suara untuk caleg atau partai tertentu. "Terkait itu, PPP akan menggugat di Mahkamah Konstitusi," katanya.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek terkejut lantaran PPP gagal memenuhi ambang batas untuk melaju ke Senayan. Awiek menyebut hasil rekapitulasi KPU berbeda dengan hasil internal PPP. Pihaknya akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami memiliki waktu tiga hari, setelah pengumuman resmi dari KPU untuk mengajukan gugatan Mahkamah Konstitusi," ujarnya kepada media di Jakarta. "Dalam gugatan di Mahkamah Konstitusi, kami ingin mengembalikan suara PPP yang hilang," sambungnya.

Menurutnya, dari hasil rekapitulasi internal, suara PPP telah mencapai 4,04 persen, atau melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Namun, kata dia, hasil perolehan suara KPU ternyata berbeda dengan hasil internal.

Seputar PPP Kabupaten Banjar

- PPP merebut 5 kursi di DPRD Banjar pada Pemilu 2024.
- PPP butuh koalisi untuk mengusung calon Bupati Banjar.
- Nama Syaifullah Tamliha dan KH Ali Murtadho muncul masuk bursa kandidat Bupati Banjar.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Pilkada #Banjar #bupati #PPP