RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Efisiensi anggaran berdampak besar terhadap rencana pembangunan infrastruktur sekolah di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Anggaran pembangunan fisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan yang sebelumnya hampir Rp40 miliar diperkirakan hanya tersisa sekitar Rp20 miliar pada tahun depan.
Kondisi ini memaksa Disdikbud Balangan mengubah rencana kerja dan memprioritaskan program yang dinilai paling mendesak, terutama perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
Kepala Disdikbud Balangan, H Abiji, mengatakan penurunan anggaran membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian secara menyeluruh agar kebutuhan dasar pendidikan tetap terpenuhi.
"Contohnya, dana pembangunan fisik kita tahun kemarin itu hampir 40 miliar. Dengan kebijakan efisiensi, tahun depan mungkin sisa sekitar 20 miliaran saja," kata Abiji, Jumat (16/10/2026).
Anggaran Menyusut, Kegiatan Pegawai Dipangkas
Untuk menjaga agar anggaran yang tersedia tetap bisa digunakan bagi kebutuhan sekolah, Disdikbud Balangan memilih memangkas berbagai kegiatan penunjang pegawai.
Kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek) dan studi tiru ke luar daerah menjadi sasaran penghematan. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kegiatan tersebut diarahkan agar program pendidikan yang lebih mendesak tetap bisa berjalan.
"Kegiatan penunjang bagi pegawai yang sifatnya seperti bimtek atau studi tiru ke luar daerah, itu yang kita kurangi habis-habisan," tegasnya.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya dinas menyesuaikan belanja dengan kemampuan keuangan daerah yang semakin terbatas. Dengan anggaran pembangunan fisik yang menyusut, penentuan prioritas menjadi semakin penting agar perbaikan sekolah yang membutuhkan penanganan segera tidak terabaikan.
Berharap Dana Pusat untuk Kejar Perbaikan Sekolah
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Disdikbud Balangan berharap dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat membantu memenuhi kebutuhan perbaikan dan pembangunan fasilitas pendidikan.
Abiji menyebut bantuan pusat sangat membantu, terutama untuk mengejar rencana rehabilitasi sekolah yang sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran.
"Kita sangat terbantu sekali dengan adanya dana pusat. Rencana rehab fisik yang sempat tertunda akan kita kejar menggunakan peluang dari pergeseran anggaran nanti," tambahnya.
Dengan demikian, kelanjutan sejumlah program perbaikan sekolah akan bergantung pada peluang pendanaan yang tersedia, termasuk dukungan dari pemerintah pusat dan kemungkinan pergeseran anggaran.
Efisiensi Anggaran Meluas ke Sektor Pelayanan Publik
Penyesuaian belanja di Disdikbud Balangan menambah daftar instansi daerah yang harus mengubah alokasi anggaran akibat terbatasnya kemampuan keuangan daerah.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Balangan juga terpaksa memangkas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 20 persen untuk menyesuaikan belanja dengan kondisi kas daerah.
Situasi ini menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya berdampak pada belanja aparatur, tetapi juga menuntut pemerintah daerah menentukan prioritas program secara lebih ketat, termasuk memastikan fasilitas pendidikan tetap layak dan aman digunakan siswa.
Editor : Eddy Hardiyanto