Kualitas Udara Tidak Sehat, Disdik Tanah Bumbu Belum Berencana Terapkan PJJ

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:18 WIB
ASAP: Petugas memadamkan lahan terbakar di Batulicin di tengah kepulan asap. Berdasarkan pantauan DLH, kualitas udara di Tanbu masuk kategori tidak sehat. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)
ASAP: Petugas memadamkan lahan terbakar di Batulicin di tengah kepulan asap. Berdasarkan pantauan DLH, kualitas udara di Tanbu masuk kategori tidak sehat. (Foto: Zulqarnain/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu belum berencana menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) meski kualitas udara di daerah tersebut masuk kategori warning atau tidak sehat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tanah Bumbu, Amiluddin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif terkait kondisi tersebut. Hasil koordinasi menunjukkan pembelajaran tatap muka di sekolah masih memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Sejauh ini belum ada rencana untuk menerapkan PJJ. Pembelajaran di sekolah masih memungkinkan,” kata Amiluddin, dikutip Rabu (16/9). 

Meski demikian, kata dia, Disdik meminta seluruh sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan satuan pendidikan selama musim kemarau.

Sekolah diminta segera membersihkan rumput ilalang yang mengering dan tumpukan sampah di sekitar lingkungan sekolah. Material tersebut mudah terbakar dan berpotensi memperbesar risiko kebakaran apabila terdapat sumber api.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu, Indah Maya Suryanti, mengatakan kualitas udara di Tanah Bumbu saat ini berdasarkan pemantauan sementara masuk kategori warning atau tidak sehat.

Pemantauan dilakukan menggunakan alat portable Air Quality Monitoring System (AQMS). Alat tersebut mengukur sejumlah parameter pencemar yang kemudian dikonversikan dalam perhitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). 

Selain pemantauan kualitas udara, DLH juga mengedukasi masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan karhutla. 

"Salah satunya dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama di lahan terbuka," katanya. 

DLH juga menyiagakan lima unit kendaraan yang dapat digunakan untuk kegiatan penyiraman di luar kegiatan rutin. Kendaraan tersebut dapat dioperasionalkan untuk mendukung kegiatan pemadaman apabila diperlukan.

Indah menegaskan, hasil pemantauan kualitas udara akan terus menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas sektor, terutama di tengah kondisi kemarau dan potensi karhutla di Tanah Bumbu.

Editor : Arif Subekti
disdik menerapkan pjj waspada karhutla Tanah Bumbu kualitas udara batulicin