Tertolong Dana Pusat, Perbaikan Fisik 23 Sekolah di Balangan Tetap Berjalan Meski APBD Menyusut 

M Dirga • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:59 WIB
BANTUAN PUSAT: Aktivitas belajar di salah satu sekolah. Perbaikan fisik 23 sekolah di Balangan tetap berjalan menggunakan dana revitalisasi dari kementerian di tengah efisiensi APBD.
BANTUAN PUSAT: Aktivitas belajar di salah satu sekolah. Perbaikan fisik 23 sekolah di Balangan tetap berjalan menggunakan dana revitalisasi dari kementerian di tengah efisiensi APBD.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat Pemkab Balangan harus mencari sumber pendanaan lain agar pembangunan fasilitas publik, khususnya sektor pendidikan, tetap berjalan.

Kabar baiknya, sebanyak 23 sekolah tingkat PAUD hingga SMP di Balangan mendapat program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai perbaikan sarana pendidikan.

23 Sekolah Lolos Revitalisasi

Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Sri Purwaka, mengatakan bantuan dari pemerintah pusat sangat membantu daerah dalam memenuhi kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah.

"Dari kuota yang diberikan oleh kementerian, ada 23 sekolah yang mendapatkan program revitalisasi karena memenuhi syarat teknis," ujarnya.

Sejumlah sekolah yang masuk program tersebut kini mulai melakukan pengerjaan fisik. Di antaranya SDN Baruh Penyambaran di Kecamatan Halong, SDN Lok Batung, SMPN 3 Awayan, SMPN 4 Batumandi, hingga SDN Kambiyain.

Menurut Purwaka, pelaksanaan di lapangan terus dipantau agar pengerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Ada Sekolah Progres 50 Persen

Purwaka menyebut progres revitalisasi sejauh ini berjalan lancar. Bahkan, beberapa sekolah telah menunjukkan perkembangan cukup signifikan.

"Sampai saat ini progresnya terpantau lancar. Beberapa sekolah yang sudah menjalankan pembenahan bahkan ada yang mencapai progres 50 persen, seperti di SD Gulinggang," tambahnya.

Program revitalisasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki bangunan utama sekolah yang mengalami kerusakan.

Perbaikan meliputi ruang kelas, ruang guru, hingga fasilitas toilet siswa. Dengan demikian, dana dari pemerintah pusat diharapkan dapat langsung menyentuh kebutuhan dasar yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Disdikbud Ikut Awasi Pengerjaan

Tak ingin pengerjaan berjalan tanpa pengawasan, Disdikbud Balangan turut melakukan verifikasi ulang terhadap kondisi sekolah dan memantau proses pembangunan di lapangan.

Selain itu, Disdikbud juga membuka posko pengaduan sebagai bagian dari pengawasan pelaksanaan program revitalisasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Jika Ada Sisa Anggaran, Sasar Perpustakaan

Tak hanya bangunan utama, Disdikbud Balangan juga membuka peluang agar manfaat program dapat diperluas apabila terdapat sisa anggaran setelah pekerjaan utama rampung.

"Apabila nanti terdapat sisa atau kelebihan dana, target pembenahan akan kita arahkan menyasar perpustakaan dan penataan halaman sekolah," jelas Purwaka.

Dengan adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, keterbatasan APBD diharapkan tidak menjadi penghambat perbaikan fasilitas pendidikan di Balangan.

Program revitalisasi ini sekaligus menjadi upaya menjaga agar ruang belajar dan fasilitas pendukung di sekolah tetap layak digunakan oleh siswa dan tenaga pendidik.

Editor : Eddy Hardiyanto
perbaikan fisik Sekolah Balangan Dana Pusat