Jago Pantomim Sejak SD, Dua Siswa Tanah Bumbu Wakili Kalsel di FLS3N Nasional

Zulqarnain Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:03 WIB
PANTOMIM: Dua siswa SMPN 1 Simpang Empat, Luna dan Reyhan, bakal mewakili Kalsel pada FLS3N tingkat nasional cabang pantomim.
PANTOMIM: Dua siswa SMPN 1 Simpang Empat, Luna dan Reyhan, bakal mewakili Kalsel pada FLS3N tingkat nasional cabang pantomim.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN – Bakat seni dua siswa SMPN 1 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, membawa mereka melangkah ke panggung nasional.

Luna Meylani Sadin dan Ahmad Reyhan Saupi Saputra akan mewakili Kalimantan Selatan pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional cabang pantomim yang dijadwalkan berlangsung akhir September 2026.

Keduanya berhak membawa nama Kalsel setelah meraih juara pada seleksi FLS3N tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kabid SMP Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Mutawally, mengapresiasi prestasi yang diraih Luna dan Reyhan. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan potensi besar siswa Tanah Bumbu di bidang seni.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas prestasi gemilang yang diraih oleh siswa kita,” kata Mutawally.

Tekuni Pantomim Sejak Kelas 4 SD

Prestasi yang diraih Luna dan Reyhan bukan hasil instan. Keduanya telah menekuni pantomim sejak duduk di kelas 4 sekolah dasar.

Pada 2024, keduanya bahkan berhasil meraih medali emas di tingkat nasional setelah lebih dahulu menjadi juara di tingkat kecamatan.

Kini, keduanya kembali tampil di cabang pantomim untuk jenjang SMP. Pada FLS3N tahun ini, Luna dan Reyhan mengangkat tema “Bersahabat dengan Laut”.

Pesan tersebut mereka sampaikan tanpa satu pun dialog. Gerakan, ekspresi, dan kekompakan menjadi bahasa utama untuk menyampaikan cerita kepada penonton.

Latihan via Video Call Setiap Sore

Persiapan menuju tingkat nasional dilakukan secara rutin bersama sekolah, guru, keluarga, dan teman-teman.

Tantangannya, pelatih mereka berada di luar Kabupaten Tanah Bumbu. Namun, kondisi tersebut tak menjadi penghalang.

Setiap sore, Luna dan Reyhan tetap berlatih melalui video call. Gerakan, ekspresi hingga kekompakan terus diasah.

Setelah latihan, penampilan mereka direkam untuk dikirim sebagai bagian dari tahapan lomba.

Bagi Luna, kecintaannya terhadap pantomim juga tidak lepas dari pengaruh kedua kakaknya, Lena dan Leni, yang lebih dahulu menekuni bidang tersebut.

“Mereka punya pengalaman tampil sampai ke luar negeri,” kata Luna.

Tak Sekadar Bergerak, Pantomim Harus Bercerita

Bagi Reyhan, pantomim bukan sekadar memainkan gerakan tubuh di atas panggung.

Setiap gerakan harus mampu menyampaikan gagasan dan cerita. Karena tanpa percakapan, bahasa tubuh menjadi kunci agar pesan yang dibawakan bisa dipahami penonton.

Luna berharap seluruh persiapan yang dilakukan bersama tim dapat membantunya dan Reyhan tampil maksimal di tingkat nasional.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Simpang Empat, Nor Hekmah, mengatakan sekolah terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

Menurutnya, perjalanan Luna dan Reyhan membuktikan bahwa bakat siswa dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan, latihan, dan dukungan yang berkelanjutan.

“Semoga dukungan pemerintah terhadap siswa terus berlanjut agar lebih banyak potensi dapat dibina,” harapnya.

Kini, Luna dan Reyhan bersiap membawa tema “Bersahabat dengan Laut” ke tingkat nasional. Mereka tak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga harapan Kalimantan Selatan untuk kembali menorehkan prestasi melalui seni pantomim.

Editor : Eddy Hardiyanto
Pantomim FLS3N Nasional siswa Tanah Bumbu Kalsel