Kabut Asap di Banjarmasin Makin Pekat ! Sekolah Beralih ke PJJ Mulai Besok

Endang Syarifuddin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:29 WIB
TERAPKAN PJJ: Memburuknya kualitas udara di Banjarmasin membuat aktivitas belajar tatap muka dihentikan sementara. Siswa kembali belajar dari rumah.
TERAPKAN PJJ: Memburuknya kualitas udara di Banjarmasin membuat aktivitas belajar tatap muka dihentikan sementara. Siswa kembali belajar dari rumah.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN – Kabut asap yang kian pekat memaksa aktivitas belajar tatap muka di Banjarmasin dihentikan sementara.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9).

Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, bukan hanya sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Mulai dari taman kanak-kanak (TK), SD, SMP, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), hingga SPNF SKB negeri maupun swasta, seluruhnya diminta menerapkan pembelajaran dari rumah.

“Selama pemberlakuan PJJ, seluruh kegiatan yang melibatkan kehadiran fisik peserta didik di sekolah dihentikan sementara,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama kepada awak media, Minggu (6/9/2026).

Bukan Libur, Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Meski belajar dari rumah, PJJ bukan berarti siswa diliburkan.

Sekolah tetap wajib memberikan layanan pembelajaran dengan menyesuaikan beban belajar agar lebih ringan. Materi yang diberikan diarahkan pada penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Sekolah juga diminta tetap memantau kehadiran dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Komunikasi antara guru dan orang tua pun harus tetap berjalan. Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar tidak terputus meski siswa tidak datang ke sekolah.

Kualitas Udara Jadi Pertimbangan

Kebijakan PJJ diambil menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Banjarmasin.

Berdasarkan data per Sabtu (5/9), indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) berada di kisaran 154 hingga 190. Kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Disdik memilih menghentikan sementara pembelajaran tatap muka sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk paparan kabut asap bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Dievaluasi Setiap Tiga Hari

Ryan menegaskan, kebijakan PJJ tidak bersifat permanen.

Disdik akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga hari dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara di Banjarmasin.

“Pemberlakuan SE PJJ ini akan kami pantau secara berkala. Sekolah juga bersama-sama ikut memantau kehadiran dan keterlibatan peserta didik,” pungkas Ryan.

Editor : Eddy Hardiyanto
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belajar tatap muka Kabut Asap banjarmasin pjj