Jam Masuk Diundur dan Durasi Kelas Dipangkas, SDN 1 Loktabat Utara Banjarbaru Resmi PTM

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:27 WIB

MASUK SEKOLAH: SDN 1 Loktabat Utara Banjarbaru mulai menerapkan PTM penyesuaian kabut asap karhutla.

MASUK SEKOLAH: SDN 1 Loktabat Utara Banjarbaru mulai menerapkan PTM penyesuaian kabut asap karhutla.

‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU — Setelah sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sejumlah sekolah di Kota Banjarbaru mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) penyesuaian, Kamis (3/9/2026).

Namun, PTM kali ini tidak sepenuhnya berjalan seperti biasanya. Sekolah melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap siswa dan tenaga pendidik.

Salah satunya diterapkan di SDN 1 Loktabat Utara. Jam masuk siswa diundur menjadi pukul 09.00 WITA, mengingat kondisi kabut asap yang cenderung lebih pekat pada pagi hari.

Masuk Lebih Siang, Aktivitas Luar Ditiadakan

Kepala SDN 1 Loktabat Utara, Muhammad Muhransyah, mengatakan kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas selama PTM penyesuaian.

Pihak sekolah mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker sejak dari rumah.

“Hal yang paling kami tekankan kepada seluruh orang tua, siswa, dan pegawai kami adalah tetap memberlakukan protokol kesehatan. Artinya semua murid, pegawai, dan orang tua diharapkan memakai masker dari rumah,” kata Muhran, Kamis (3/9).

Tak hanya mengubah jam masuk, sekolah juga meniadakan sementara seluruh kegiatan yang dilakukan di luar ruangan.

Upacara bendera dan senam pagi, misalnya, untuk sementara dialihkan ke dalam ruang kelas masing-masing.

“Ruang kelasnya pun dipastikan memiliki sirkulasi udara yang baik dan cukup udara bersih. Kami sangat memperhatikan kesehatan anak-anak dan pegawai,” ujarnya.

Jam Pulang Tetap, Durasi Pelajaran Dipangkas

Meski masuk lebih siang, jam kepulangan siswa tidak berubah.

Siswa kelas tinggi tetap pulang pukul 14.00 WITA, sedangkan siswa kelas rendah pulang pukul 13.20 WITA.

Untuk menyesuaikan waktu belajar, sekolah memangkas durasi setiap jam pelajaran. Jika sebelumnya satu jam pelajaran berlangsung selama 35 menit, kini dipersingkat menjadi 30 menit.

Dengan pola tersebut, proses pembelajaran tetap berjalan tanpa membuat siswa pulang lebih sore.

Mayoritas Orang Tua Pilih PTM

Kebijakan PTM penyesuaian tersebut mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kebijakan Pemerintah Kota Banjarbaru, serta hasil survei internal sekolah.

Hasil survei menunjukkan mayoritas orang tua siswa menginginkan anak-anak mereka kembali belajar langsung di sekolah.

“Hampir 80 persen orang tua menghendaki PTM penyesuaian, sedangkan yang memilih PJJ hanya sekitar 20 persen. Hasil ini kami sampaikan ke komite sekolah hingga akhirnya sepakat mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru,” jelas Muhran.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi respons atas berbagai kendala yang disampaikan orang tua selama anak menjalani PJJ.

Orang Tua Sebut Anak Lebih Fokus di Sekolah

Salah satu orang tua siswa, Mutmainah, mengaku mengalami sejumlah kendala ketika harus mendampingi anak belajar dari rumah.

Menurutnya, pembelajaran secara langsung membuat anak lebih mudah berkonsentrasi karena dapat menerima materi dari guru sekaligus berinteraksi dengan teman-temannya.

Ia menilai kembalinya PTM menjadi angin segar bagi siswa setelah sebelumnya harus mengikuti pembelajaran dari rumah akibat kabut asap.

Meski demikian, ia berharap penerapan PTM penyesuaian tetap memperhatikan kondisi kualitas udara agar kesehatan siswa tetap menjadi prioritas.

Editor : Eddy Hardiyanto
jam masuk banjarbaru PTM