RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai - Senyum merekah di wajah para siswa baru SMP di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Menjelang tahun ajaran baru, mereka menerima bantuan perlengkapan sekolah gratis dari Pemerintah Kabupaten HST.
Sebanyak 1.090 siswa baru SMP memperoleh satu stel seragam putih-biru, satu stel seragam pramuka, serta sepasang sepatu sekolah. Program tersebut ditujukan untuk meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah tanpa terkendala biaya perlengkapan.
Winata Antheng Wicaksono, siswa SMPN 5 HST, mengaku senang mendapat bantuan tersebut.
"Isi bantuannya ada baju seragam putih, baju coklat dan sepatu sekolah. Terima kasih Pa Bupati," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Hal senada disampaikan Noviya Dewi. Siswi SMPN 5 HST itu mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya yang hidup dalam kondisi ekonomi sederhana.
"Terima kasih. Bantuan seragam sekolah ini sangat bermanfaat untuk kami," katanya.
Tak hanya siswa, para orang tua juga menyambut baik program tersebut. Salah satunya Ida Fitriani. Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah mampu mengurangi pengeluaran keluarga menjelang masuk sekolah.
Ia berharap pada tahun mendatang pemerintah dapat melengkapi bantuan dengan tas, buku, dan alat tulis.
"Jadi paket lengkap. Ada buku, tas, sekolah, seragam," harapnya.
Ida mengaku bantuan itu menghemat biaya belanja perlengkapan sekolah hingga sekitar Rp500 ribu.
"Alhamdulillah. Hemat hampir Rp500 ribu," pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar mengatakan, program bantuan perlengkapan sekolah merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terbebani biaya perlengkapan.
Menurutnya, selain membantu masyarakat, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah di Kabupaten HST.
"Tahun ini memang ada penyesuaian karena efisiensi anggaran, tetapi kami tetap berupaya agar siswa baru mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah. Harapannya tidak ada anak yang terkendala bersekolah karena keterbatasan ekonomi," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno