RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Tim dosen Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) penerima Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026, kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan dilaksanakan di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, pada Sabtu-Minggu, 4-5 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang menyasar peningkatan perekonomian masyarakat desa. Yakni, melalui pelatihan pengemasan produk, serta pembuatan kain sasirangan bermotif padi dan purun. Tim PKM UNISKA MAB diketuai oleh Assoc Prof Dr Apt Yulistia Budianti Soemarie M Farm dengan anggota dosen Rr Ariessanty Alicia Kusuma W M Si dan apt Aris Fadillah M Farm.
Tim juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA MAB. Keterlibatan lintas disiplin ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.
Mitra sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sungai Gampa yang berjumlah 22 orang. Para peserta menyambut antusias kegiatan ini karena dianggap relevan dengan potensi ekonomi kreatif yang selama ini dijalankan warga desa, khususnya di bidang kerajinan tekstil dan produk rumah tangga berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini diisi dua materi. Materi pertama mengenai branding dan pengemasan produk yang disampaikan oleh narasumber apt Aris Fadillah M Farm. Materi pelatihan ini membekali mitra dengan strategi membangun identitas merek yang kuat dan desain kemasan inovatif. Peserta belajar mengubah kemasan dari sekadar pelindung menjadi media komunikasi visual yang bernilai jual tinggi untuk memikat konsumen dan memenangkan persaingan pasar.
Peserta diajak memahami elemen-elemen penting dalam desain kemasan, seperti pemilihan warna, tata letak logo dan informasi produk, hingga pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan karakter produk rumahan yang dihasilkan warga Desa Sungai Gampa. Dengan bekal ini, diharapkan produk-produk mitra dapat lebih bersaing di pasar, baik pasar lokal maupun pasar yang lebih luas.
Materi kedua adalah pelatihan pembuatan kain sasirangan dengan motif padi dan purun, yang dipandu narasumber Chandra Halim S Pd. Motif padi dipilih sebagai simbol kehidupan agraris masyarakat desa yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, sementara motif purun merepresentasikan tanaman lokal yang tumbuh subur di kawasan lahan basah dan telah lama dimanfaatkan warga sebagai bahan baku kerajinan anyaman.
Praktek langsung pembuatan sasirangan dilakukan secara bertahap dan diikuti langsung oleh seluruh peserta. Mulai dari penggambaran pola motif padi dan purun di atas kain, dilanjutkan dengan teknik menjelujur motif menggunakan benang agar pola tetap terbentuk saat proses pewarnaan, hingga tahap akhir berupa pewarnaan kain sasirangan menggunakan pewarna khusus tekstil. Setiap tahapan didampingi langsung oleh tim dosen dan mahasiswa agar peserta memahami teknik yang benar dan dapat mempraktikkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para ibu PKK dalam membuat sasirangan. Sekaligus membuka wawasan mereka mengenai pentingnya pengemasan dan branding produk sebagai strategi pemasaran di era persaingan usaha yang semakin ketat. Tim PKM UNISKA MAB juga berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Editor : Fauzan Ridhani