Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kerap Dianggap jadi Pilihan Kedua, Kampus Swasta di Kalsel Berlomba Tawarkan Keunggulan

Redaksi Radar Banjarmasin • Senin, 6 Juli 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi mencari kampus. (Foto: Gemini/Google)
Ilustrasi mencari kampus. (Foto: Gemini/Google)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM - Di tengah anggapan kampus swasta kerap menjadi pilihan kedua, STAI Al-Washliyah Barabai justru terus menunjukkan geliatnya. Kampus Islam ini kini memiliki ratusan mahasiswa aktif dari dalam dan luar Kalsel.

Saat ini STAI Al-Washliyah Barabai memiliki dua jurusan, yakni Tarbiyah dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Dakwah dengan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI).

Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Al-Washliyah Barabai, Nuthpaturahman, mengungkap, jumlah mahasiswa aktif saat ini mencapai 420 orang. Dari jumlah tersebut, 52 mahasiswa berasal dari luar HST, termasuk empat mahasiswa dari luar Provinsi Kalsel.

Menurutnya, kampus terus berupaya menarik minat calon mahasiswa melalui berbagai program unggulan. Salah satunya pemberian beasiswa bagi mahasiswa baru berprestasi yang menempati peringkat 1 hingga 10 saat di sekolah.

"Mahasiswa yang memenuhi kriteria tersebut memperoleh potongan SPP sebesar 25 persen sejak semester pertama hingga lulus, sekaligus dibebaskan dari tes masuk," ujarnya.

Pihaknya menargetkan menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, berkualitas, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Target itu ditempuh melalui peningkatan mutu akademik, penguatan akreditasi institusi dan program studi, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, hingga pengembangan sarana dan prasarana.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, kampus juga menargetkan bertambahnya jumlah mahasiswa dari luar HST maupun luar Kalsel. Penguatan promosi, memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi calon mahasiswa terus dilakukan.

Salah seorang mahasiswi STAI Al-Washiliyah Barabai, Rizki Amanda mengaku memilih kampus swasta karena lokasinya mudah dijangkau. Yang lebih penting menurutnya masih bisa dekat dengan orang tua. “Yang terpenting pembelajaran agamanya. Insya Allah sesuai yang saya harapkan untuk masa depan di dunia dan bekal di akhirat," tuturnya.

Tak hanya di Barabai, salah satu PTS di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terus berperan mencetak sumber daya manusia berkualitas. Ia adalah Institut Agama Islam Darul Ulum (IAIDU) Kandangan.

Kampus ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan akademik, serta kompetensi lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Wakil Rektor III IAI Darul Ulum Kandangan, Muhammad Rasyid mengatakan, kampusnya memiliki 7 program studi unggulan yang terbagi dalam dua fakultas yaitu fakultas tarbiyah dan fakultas syariah.

Ia mengungkap, kampusnya memiliki tiga pilihan kelas perkuliahan yang bisa dipilih oleh mahasiswa. Yakni kelas perkuliahan reguler 1, setiap hari Senin - Kamis, reguler 3 setiap hari Sabtu dan Minggu, serta kelas adaptif untuk para karyawan.

"Tahun ini kami membuka kelas baru yaitu kelas adaptif untuk para karyawan. Kelas ini menggabungkan dua metode perkuliahan bisa online dan offline atau dikenal dengan istilah Hybrid Learning," terang Rasyid.

Animo peminat calon mahasiswa pun terus mengalami peningkatan. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2026 ini, sudah ada 256 orang yang mendaftar di gelombang kedua. Dibandingkan pada tahun 2025, pendaftar dari tiga gelombang hanya 230 orang. “Tahun ini, baru di gelombang kedua pendaftaran sudah 256 orang, dan masih ada pendaftaran gelombang ketiga yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Peminatnya pun tak hanya mahasiswa dari HSS dan kabupaten tetangga seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Tapin. Namun, datang dari provinsi tetangga seperti Kalteng.

Tahun ini, IAI Darul Ulum Kandangan juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Balangan. Yakni program seribu sarjana. “Para mahasiswa baru tahun ini yang berasal dari Balangan, juga bisa mendapat beasiswa penuh dari Kabupaten Balangan,” bebernya.

Salah satu mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam, Nor Latifah asal Angkinang Kabupaten HSS, menuturkan, ia memilih IAI Darul Ulum Kandangan karena tersedianya program studi yang dicari. “Jurusannya lengkap, terutama ada jurusan keguruan sesuai cita-cita saya. Apalagi jaraknya dekat dengan rumah,” tuturnya.

Di Kabupaten Tapin, Balangan dan Kotabaru sejumlah PTS juga melakukan penerimaan mahasiswa baru. Berbagai kampus menyiapkan kuota dan program studi sesuai kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Assunniyyah Tambarangan contohnya, kini memasuki tahapan penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua. Wakil Ketua I Bidang Akademik, Asnawi, menjelaskan pihaknya memiliki satu program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan daya tampung mencapai 100 orang. “Panitia terus melakukan sosialisasi kepada alumni SMA/sederajat serta memanfaatkan media sosial untuk memperluas informasi penerimaan,” terangnya.

Kampus lain, Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi, Tambarangan, menitikberatkan pembelajaran praktik. “Lebih dari 60 persen proses pembelajaran dilakukan melalui praktik di lapangan. Harapannya lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja,” kata Direktur Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi, Hamdi.

Tiga program studi disiapkan, yakni Teknik Pertambangan, Pertanian, serta Manajemen Perkantoran yang masih menunggu izin Kementerian. Sebelumnya kampus memiliki Prodi Teknik Mesin, namun ditutup karena minat rendah.

Di Balangan, Universitas Sapta Mandiri (UnivSM) memastikan siap menampung mahasiswa batu. Rektor UnivSM, Abdul Hamid, menyebut kuota kursi yang disiapkan mencapai 500–1.000 mahasiswa. “Saat ini saja sudah ada 500–600 calon mahasiswa yang mendaftar ulang,” bebernya.

Tren pendaftar tahun ini naik 40 persen, dengan jurusan favorit Manajemen, PGSD, Ilmu Komputer, dan Ilmu Gizi. UnivSM juga memperkuat kerja sama dengan industri, mulai dari Angkasa Pura, Google Indonesia, hingga perusahaan tambang di Balangan. “Tujuannya memastikan lulusan kami bisa langsung bekerja,” paparnya.

Di pesisir, sejumlah PTS siap membuka pintu bagi mahasiswa baru. Seperti STIT Darul Ulum Kotabaru, fokus penerimaan mahasiswa baru tahun ini ditargetkan mampu menjaring hingga 150 mahasiswa. Kampus islami ini memiliki satu jurusan andalan yang siap mencetak tenaga pendidik keagamaan yang berkualitas. "Kami fokus memaksimalkan satu program studi yang tersedia, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI)," jelas Ketua STIT Darul Ulum Kotabaru, Muhammad Zaim.

Bagi calon mahasiswa yang berminat di bidang keguruan dan ilmu pendidikan umum, STKIP Paris Barantai Kotabaru juga menyiapkan daya tampung yang sedikit lebih besar. Kampus ini menargetkan angka penerimaan berkisar antara 150 hingga 200 mahasiswa baru.

Sementara Politeknik Kotabaru juga siap menyerap lulusan baru dengan kuota berkisar antara 150 hingga 170 mahasiswa. "Pilihan jurusan yang kami sediakan meliputi D-III Administrasi Bisnis, D-III Teknik Listrik, D-III Teknik Mesin, dan D-III Teknik Sipil," terang Direktur Politeknik Kotabaru, Hasbi Assiddiq. (mal/mpi/dly/mud/jum/mof)

Baca Juga: Kualitas PTS di Kalsel Tak Kalah, Namun Persepsi Masyarakat Masih Belum Berubah

Editor : Arief
#Indepth #kalimantan selatan #Kampus