RADABANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Hangusnya tiga kamar asrama pada Rabu (3/6/2026) malam lalu tidak melumpuhkan semangat belajar mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Ma’had Ba’abud.
Alih-alih meliburkan santri demi alasan pemulihan, lembaga pendidikan keagamaan di Jalan RO Ulin Gang Amanah, Kelurahan Loktabat Selatan ini memilih langsung tancap gas melakukan mitigasi ruang.
Masjid dan lorong lantai tiga bangunan utama kini disulap menjadi ruang kelas darurat.
Langkah taktis tersebut diambil agar kenyamanan para santri dalam menyerap ilmu agama tidak terputus, meski sisa puing kebakaran sempat menyisakan pilu di lingkungan pesantren.
"Area terdampak kebakaran langsung kami lokalisasi dan tidak digunakan sementara waktu demi keselamatan anak-anak. Alhamdulillah, penyesuaian memanfaatkan lantai tiga dan masjid berjalan lancar. Kegiatan mengaji dan belajar tidak boleh mandek," ujar Pimpinan Ponpes Nurul Iman, Habib Hasan bin Hasyim Ba’abud, Jumat (26/6/2026) sore.
Bagi Habib Hasan, kepedulian kolektif dari aparat hingga masyarakat pascamusibah menjadi faktor utama yang membuat mental para santri tidak jatuh. Dukungan moral ini membuat proses trauma healing berjalan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Kami merasa tidak sendiri. Kepedulian seperti ini memberikan harapan baru dan rasa tenteram bagi anak-anak untuk tetap fokus mengaji dan melupakan musibah yang baru saja lewat," pungkasnya.
Sementara itu, ketangguhan mental pengurus dan para santri ini mendapat apresiasi khusus dari jajaran Polres Banjarbaru yang turun langsung menyalurkan bantuan sosial pascabencana.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda menyebut, semangat bangkit Ponpes Nurul Iman pascakrisis menjadi potret penting bagaimana komunitas pesantren merespons situasi darurat secara positif.
"Karena kerja sama dan koordinasi yang baik sejak awal penanganan api oleh relawan dan warga, dampaknya bisa diminimalisasi. Sekarang kita bisa melihat sendiri aktivitas di ponpes sudah kembali berdenyut normal," urai Pius di sela peninjauan lokasi.
Kehadiran Polres Banjarbaru yang bertepatan dengan momentum menyambut Hari Bhayangkara ke-80 itu diakui pihak pesantren membawa suplemen moril ganda.
Selain menyuplai bahan pokok untuk operasional dapur asrama, Kapolres juga menyuntikkan motivasi masa depan dengan membuka peluang bagi para santri yang berminat bergabung menjadi anggota Polri setelah lulus setingkat SMA nanti melalui jalur seleksi resmi.
Ia menyebut, banyak lulusan pondok pesantren yang kini berhasil menjadi anggota Polri melalui jalur seleksi yang berlaku.
“Sudah banyak santri yang menjadi anggota Polri. Nanti akan diberikan penjelasan mengenai proses pendaftaran hingga tahapan seleksinya,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani