RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di sekolah pinggiran kota masih sepi peminat. Salah satunya di SMPN 13 Banjarbaru.
Hingga hari ketiga pendaftaran, Rabu (24/6), jumlah pendaftar di sekolah yang terletak di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka ini belum menyentuh angka 50 persen dari target.
Ketua Panitia SPMB pada SMPN 13 Banjarbaru, Ahmad Syarif mengungkapkan, pihaknya menyediakan daya tampung tiga rombongan belajar (rombel). Total kuota yang disediakan mencapai 96 siswa.
"Sampai hari ini baru 43 siswa yang mendaftar. Kami berharap hingga penutupan pendaftaran pada Jumat (26/6) nanti jumlah siswa bertambah. Mudah-mudahan bisa sesuai dengan jatah yang diberikan oleh Dinas Pendidikan," harapnya.
Syarif menjelaskan, jika hingga batas waktu yang ditentukan kuota belum juga terpenuhi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Banjarbaru untuk memperpanjang masa pendaftaran. Strategi ini diambil guna menampung calon siswa yang tereliminasi dari sekolah lain. "Sesuai arahan dinas, kami akan tetap membuka pendaftaran untuk menambah waktu sampai kuota terpenuhi. Biasanya kami menunggu limpahan siswa dari wilayah lain yang tidak lolos seleksi online di sekolah tujuan awal mereka," tambahnya.
Di sisi lain, penerapan sistem PPDB online terbukti masih menjadi momok bagi sebagian orang tua siswa di kawasan pinggiran.
Menyadari kondisi masyarakat yang mayoritas kurang memahami pengoperasian internet, SMPN 13 Banjarbaru berinisiatif membuka meja pelayanan khusus.
Panitia dari sekolah siap membantu orang tua melakukan proses input data ke sistem online secara gratis. Warga hanya perlu datang membawa berkas persyaratan fisik.
Inisiatif ini dirasakan langsung manfaatnya oleh Hikmah, warga Kelurahan Sungai Tiung. Ia sengaja mendatangi sekolah demi mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi. "Alhamdulillah, pendaftarannya dibantu penuh oleh pihak sekolahan karena saya kurang paham (internet)," akunya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief