RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARABAHAN - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melaksanakan pelatihan pembuatan tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) bagi ibu-ibu PKK Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Assoc Prof Dr apt Yulistia Budianti Soemarie M Farm, selaku Ketua Tim PKM dari Fakultas Farmasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan MOCAF melalui fermentasi singkong, serta potensi pemanfaatannya sebagai bahan baku berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan singkong segar.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pendampingan praktik pembuatan MOCAF. Mulai dari persiapan bahan baku, proses fermentasi, hingga pengeringan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mempelajari teknologi pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal.
Menurut Narasumber, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan usaha berbasis pangan lokal di Desa Sungai Gampa. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas singkong, penguasaan teknologi sederhana pembuatan MOCAF juga dapat membuka peluang usaha rumah tangga yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga.
"Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di UNISKA, termasuk Fakultas Farmasi, Program Studi Sarjana Pendidikan Kimia, dan Program Studi Bahasa Inggris. Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin mampu memanfaatkan potensi singkong lokal secara optimal. Sehingga dapat mendukung kemandirian ekonomi keluarga dan pengembangan usaha berbasis sumber daya daerah," tandasnya.
Editor : Fauzan Ridhani