Kepala Sekolah Diminta Jadi Motor Perubahan, Ini Pesan Wabup HSU pada Temu MKKS Se-Kalsel
M Akbar Radar Banjarmasin• Kamis, 23 April 2026 | 10:31 WIB
PEMBICARA: Wabup HSU, Hero Setiawan jadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP tingkat Provinsi Kalimantan Kalsel di Kota Amuntai, Rabu (22/4/2026).(Foto: Pemkab HSU)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hero Setiawan menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Idham Chalid, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini diikuti Kepala Sekolah SMP dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, pengurus MKKS, serta perwakilan Dinas Pendidikan.
Mengusung tema “Bersinergi Melaksanakan Pendidikan Bermutu untuk Semua dalam Mewujudkan HSU Bangkit”, forum ini menjadi wadah strategis memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam paparannya, Hero Setiawan menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama pembangunan daerah, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Ia menyampaikan Pemkab HSU di bawah kepemimpinan Bupati Sahrujani terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana, hingga penguatan karakter peserta didik.
“Pendidikan menjadi kunci dalam membangun daerah. Karena itu, peningkatan kualitas harus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para kepala sekolah untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sekolah, termasuk menerapkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan di lingkungan sekolah.
Selain itu, Hero juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak tanpa terkecuali. Ia menegaskan, semangat “pendidikan bermutu untuk semua” harus diwujudkan melalui kebijakan dan implementasi nyata di lapangan.
Kegiatan MKKS turut diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta berbagi pengalaman serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan fasilitas, peningkatan kompetensi guru, hingga adaptasi terhadap digitalisasi pendidikan.