RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Anggapan bahwa rokok elektrik (vape) lebih aman dibanding rokok konvensional kembali dipatahkan. Tenaga medis menegaskan, keduanya sama-sama berbahaya bagi kesehatan.
Pesan tegas itu disampaikan dalam kampanye berhenti merokok yang digelar Dinas Kesehatan Banjarbaru, Senin (13/4/2026), bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Pemerintah Kota Banjarbaru. Kegiatan menyasar pelajar di tiga sekolah, salah satunya di SMK PGRI Banjarbaru yang diikuti sekitar 300 siswa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, dr Siti Ningsih, menegaskan tidak ada perbedaan signifikan antara rokok konvensional dan vape.
“Baik rokok biasa maupun vape sama-sama berbahaya. Tidak ada yang lebih aman,” tegasnya.
Ia menjelaskan, rokok mengandung berbagai zat berbahaya seperti nikotin yang menyebabkan ketergantungan, tar pemicu kanker, hingga karbon monoksida yang merusak sistem pernapasan.
Dampaknya pun luas. Selain meningkatkan risiko kanker paru-paru, kebiasaan merokok juga dinilai dapat menghambat masa depan generasi muda.
“Merokok bukan hanya merusak kesehatan, tapi juga bisa menghambat cita-cita,” tambahnya.
Tak hanya sosialisasi, kegiatan juga dilengkapi dengan cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining perilaku merokok bagi siswa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mencegah munculnya perokok pemula di lingkungan sekolah.
Para pelajar pun diimbau untuk menjauhi rokok dan berani menolak ajakan merokok.
“Berhenti merokok harus dimulai dari tekad kuat, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan berani berkata tidak,” tegasnya.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala SMK PGRI Banjarbaru, Setiawan, menyebut edukasi kesehatan sangat penting bagi siswa.
Ia menambahkan, kerja sama dengan Puskesmas Banjarbaru Utara selama ini telah berjalan baik, mulai dari pembinaan UKS hingga pembagian tablet tambah darah.
“Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan agar kesadaran pelajar menjauhi rokok semakin kuat,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto