Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Boleh Pakai Sandal ke Sekolah, Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 30 Banjarmasin Dimulai

Endang Syarifuddin • Jumat, 16 Januari 2026 | 11:17 WIB

 

DILAPORKAN: Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin melakukan pendataan kerusakan sarana dan prasarana sekolah terdampak banjir. Salah satunya di SMPN 22 Banjarmasin.
DILAPORKAN: Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin melakukan pendataan kerusakan sarana dan prasarana sekolah terdampak banjir. Salah satunya di SMPN 22 Banjarmasin.

BANJARMASIN – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 30 Banjarmasin kembali berjalan normal pascabanjir yang sempat menggenangi lingkungan sekolah. Meski air telah berangsur surut, pihak sekolah masih memberi kelonggaran dengan mengizinkan siswa datang tanpa sepatu.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 30 Banjarmasin, Nurul Qamariah mengatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dimulai sejak Senin (13/1). Jam belajar berlangsung normal, dari pukul 07.30 hingga 15.30 Wita. “Kami sudah mulai masuk sejak Senin. Kegiatan belajar kembali normal, meskipun kondisi lingkungan sekolah belum sepenuhnya kering,” ujarnya.

Sebelumnya, sekolah sempat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena genangan air cukup tinggi, terutama di halaman depan dan lingkungan sekolah. Air bahkan sempat mencapai di atas mata kaki.

“Biasanya di halaman depan tidak ada air. Saat banjir, justru tergenang cukup tinggi. Di dalam lingkungan sekolah malah lebih tinggi, meskipun tidak sampai masuk ke ruang kelas,” katanya.

Air mulai surut sejak 12 Januari. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, pihak sekolah menilai akses masih memungkinkan untuk dilalui siswa, dan memutuskan kembali membuka PTM. “Lapangan sudah mulai kering. Masih ada genangan di beberapa titik, tapi masih bisa dilewati,” jelas Nurul.

Sebagai bentuk toleransi bagi siswa yang tempat tinggalnya masih terdampak banjir dan rob, sekolah mengizinkan siswa datang menggunakan sandal. “Kami izinkan anak-anak pakai sandal, tidak harus sepatu. Lingkungan mereka masih ada yang terendam, itu yang kami toleransi,” ucapnya.

Kegiatan apel pagi tetap dilaksanakan di lapangan. Namun, program literasi pagi sementara ditiadakan karena kondisi lapangan yang masih basah.

Pihak sekolah juga memantau kondisi siswa, khususnya yang tinggal di kawasan Sungai Lulut. Sebagian rumah siswa dilaporkan masih terendam, namun kehadiran siswa tetap terjaga. “Sejauh ini tidak ada siswa yang tidak masuk karena banjir. Kalau ada yang tidak masuk, karena sakit,” tambahnya

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Sekolah #banjarmasin