Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ciri-Ciri Guru Ideal Menurut Ulama dan Akademisi, Apakah Anda Termasuk Salah Satunya?

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Minggu, 23 Februari 2025 | 11:00 WIB

 

MENGAJAR: Seorang guru sedang mengajar di dalam kelas. (Foto: Puslapdik Kemdikdasmen)
MENGAJAR: Seorang guru sedang mengajar di dalam kelas. (Foto: Puslapdik Kemdikdasmen)

Akhir-akhir ini banyak sekali kasus guru menganiaya murid dan sebaliknya. Mengapa hal terebut bisa tejadi? Sepertinya kita perlu sosok guru yang benar-benar ngemong agar masalah tersbut dapat dihindari. Hal itu bisa didapat dari sosok guru yang ideal.

Apa definisi guru yang ideal? Beberapa akademisi dan para ulama terdahulu telah membuat satu konsep tentang guru ideal tersebut.

Jika merujuk nasihat guru-guru terdahulu, definisi guru yang ideal bisa saja disebut "guru yang bisa digugu dan ditiru", "sosok yang menginspirasi siswa", dan lain sebagainya.

Adiputri (2023:24) dalam bukunya yang berjudul "Belajar Cara Mengajar" mengatakan guru yang ideal adalah guru yang banyak mendengar daripada berbicara. Kemudian guru yang baik adalah guru yang belajar terus menerus dan mau menimba ilmu dari mana saja.

Guru banyak mendengar dari pada berbicara merupakan sejalan dengan masksud tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut. Hal seperti ini harusnya menjadi perhatian bagi setiap guru.

Guru banyak mendengar bisa saja diartikan bahwa, guru itu harus sering mendengar apa pendapat siswa, cerita siswa, bahkan masalah yang dihadapi siswa.

Sebab dalam kemampuan pedagogi bukan aspek pengajaran saja yang ditekankan. Melainkan aspem mendidik, mengajar dan mendidik tentu berbeda. Semua orang bisa mengajar apa saja, tapi belum tentu bisa mendidik seorang siswa.

Apalagi di era digital seperti sekarang, guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi. Tidak hanya kompetensi pedagogi namun juga teknologi informasi.

Sebagai contoh di Negara Finlandia. Profesionalisme seorang guru didapat dari hasil riset. Guru di sana harus memiliki kualifikasi master (lulusan Pendidikan pascasarjana).

Selain itu, seorang guru harus bisa menyeimbangkan antara mengajar di kelas dan berkolaborasi dengan profesional lain di sekolah.

Guru Ideal Menurut Imam Al-Ghazali

Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali mengungkapkan amal perbuatan, perilaku, akhlak dan kepribadian seorang pendidik lebih penting ketimbang ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Karena kepribadian seorang pendidik menjadi teladan bagi siswanya.

Imam Al-Ghazali menganalogikan antara guru dan murid seperti tongkat dan bayangan. Bagaimana bayangan akan lurus jika tongkatnya saja bengkok. Guru merupakan profesi mulia dengan profesi ini seorang guru menjadi perantara antara manusia dan Allah SWT.

Dalam kitabnya yang berjudul "Ihya' Ulumuddin" beberapa kepribadian guru yang harus dimiliki antara lain:

1. Menyayangi Murid

Bagi peserta didik guru adalah orang tua di sekolah. Oleh sebab itu sebagai seorang guru harus memiliki sifat penyayang. Tugas pertama guru adalah mempunyai rasa belas kasih kepada siswanya dan memperlakukannya seperti anak sendiri.

2. Mengajar dengan Ikhlas

Landasan pertama menjadi guru adalah keikhlasan. Sebagaimana yang ditulis Imam Al-Ghazali, tugas kedua guru adalah: mengikuti jejal Rasulluallah SAW maka ia tidak mencari upah, balasan dan terima kasih dengan mengajar. Tetapi mengakjar karena Allah dan mencari kedekatan diri kepadanya.

Senada dengan yang diungkapkan ulama dari Indonesia yakni Abdurrahamn Wahid (Gus Dur). Ia mengatakan jika seorang guru kehilangan rasa ikhlas dalam mengajar maka selama pembelajaran ia menemui murid yang nakal hanya akan marah-marah. Tugas guru bukan membuat siswa pintar. Doakan saja setiap salat agar siswa-siswa kita menjadi orang yang pintar.

3. Berkelakuan Baik

Imam Al-Ghazali mengatakan seorang guru yang mengajar mata pelajaran, tidak boleh melecehkan mata pelajaran lain di hadapan para murid.

4. Menjadi Teladan Bagi Murid

Guru itu harus mengamalkan sepanjang ilmunya. Jangan perkataannya membohongi perbuatannya. Karena ilmu dilihat dengan mata hati dan amal dilihat dengan mata kepala. Yang memiliki mata kepala adalah lebih banyak.

 

Editor : Fauzan Ridhani
#Imam Al Ghazali #siswa #Guru #akademisi #guru ideal