Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

ULM Menuju World Class University

admin • Kamis, 11 Juni 2026 | 15:56 WIB
Oleh: Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D*
Oleh: Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D*

 

Pada usia ke-67 tahun, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah tumbuh menjadi salah satu universitas besar di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. ULM kini berstatus universitas unggul, masuk lima besar kampus terinovatif di luar Pulau Jawa, peringkat 15 nasional dan peringkat 1.886 dunia versi Webometrics dari 24.520 institusi pendidikan tinggi dunia. Lebih dari 50 persen program studi telah terakreditasi unggul secara nasional dan lima program studi telah memperoleh akreditasi internasional.

ULM juga menjadi universitas dengan skor SINTA tertinggi di Kalimantan. Sebanyak 293 dosen tercatat dalam pemeringkatan ilmuwan dunia, bahkan terdapat dosen yang menempati posisi 32 dunia pada bidang ilmu tertentu berdasarkan AD Scientific Index. Capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan yang akan terus berkembang seiring peningkatan reputasi nasional dan internasional ULM.

Perkembangan itu tidak dicapai secara instan. ULM pernah mengalami masa sulit ketika akreditasi institusi turun dari peringkat A menjadi C. Namun melalui kerja keras seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan, ULM berhasil bangkit dari kondisi yang menyakitkan bagi warga kampus maupun masyarakat Kalimantan Selatan.

Saat ini ULM terus berupaya meningkatkan posisi dalam pemeringkatan nasional dan dunia menuju World Class University (WCU). Tantangan tersebut tidak ringan karena persaingan antaruniversitas semakin ketat. Karena itu terdapat tiga faktor kunci yang perlu mendapat perhatian serius, yakni kepemimpinan, pemberdayaan, dan penjaminan mutu.

Kepemimpinan

Deming, tokoh Total Quality Management (TQM), menyatakan bahwa sekitar 80 persen keberhasilan organisasi ditentukan oleh manajemen. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan faktor utama keberhasilan organisasi, termasuk universitas.

ULM membutuhkan kepemimpinan yang kuat di semua jenjang, mulai dari rektorat, fakultas, lembaga hingga program studi. Pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan membangun jejaring kemitraan nasional dan internasional, mampu menginspirasi, menguasai tata kelola organisasi, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan produktivitas sivitas akademika.

Yang tidak kalah penting adalah kepemimpinan di tingkat program studi karena level inilah yang berhubungan langsung dengan dosen sebagai penggerak utama pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Produktivitas dosen dalam publikasi, sitasi, paten, HAKI, dan berbagai karya akademik lainnya sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan di tingkat program studi. Karena itu penguatan kepemimpinan berbasis program studi menjadi salah satu kunci percepatan pencapaian indikator kinerja universitas.

Pemberdayaan

ULM memiliki sumber daya yang sangat besar. Selain laboratorium yang berkembang pesat, ULM memiliki lebih dari 1.200 dosen dengan beragam kepakaran, lebih dari 100 program studi, serta program magister, spesialis, dan doktor. Modal ini menjadi kekuatan penting menuju WCU.

Khusus sumber daya manusia, keberadaan 293 dosen yang masuk pemeringkatan ilmuwan dunia merupakan aset strategis yang harus diberdayakan secara optimal. Pemberdayaan berarti menciptakan kondisi yang memungkinkan dosen bekerja secara maksimal sesuai tugas dan keahliannya, didukung iklim akademik yang mendorong kreativitas, inovasi, dan produktivitas.

Peningkatan kompetensi dosen, penghargaan bagi individu maupun program studi berprestasi, serta perlindungan terhadap karya akademik seperti paten dan HAKI perlu menjadi perhatian serius. Dengan demikian, energi akademik yang dimiliki dosen dapat diarahkan untuk mempercepat peningkatan reputasi universitas.

Pemberdayaan program studi sebagai ujung tombak universitas juga harus dilakukan secara adil dan proporsional. Jika seluruh program studi menjadi lebih produktif dan inovatif, maka ULM secara keseluruhan akan menjadi lebih produktif dan inovatif. Dalam konteks ini, kebutuhan program studi perlu menjadi perhatian utama universitas dan fakultas, termasuk dalam perencanaan program dan penganggaran yang mendukung pengembangan masing-masing program studi.

Penjaminan Mutu

Kepemimpinan yang kuat dan pemberdayaan yang optimal tidak akan bermakna tanpa kualitas hasil yang terjamin. Karena itu penjaminan mutu harus menjadi budaya yang dijalankan secara konsisten di semua jenjang organisasi.

ULM tidak cukup hanya memiliki kebijakan, standar mutu, atau SOP. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh unit melaksanakan penjaminan mutu secara terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan. Pemahaman yang sama mengenai mutu harus dimiliki oleh unit penjaminan mutu, dosen, maupun tenaga kependidikan sehingga seluruh aktivitas akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Monitoring dan evaluasi yang terprogram hingga tingkat program studi menjadi langkah penting untuk memastikan mutu berjalan efektif. Hasil evaluasi harus disosialisasikan dan ditindaklanjuti sehingga kelemahan dapat diperbaiki sejak dini.

Selain itu, struktur penjaminan mutu pada tingkat program studi perlu ditata secara lebih objektif. Gugus penjaminan mutu idealnya diisi oleh dosen senior yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang mutu sehingga mampu menjalankan fungsi evaluasi secara independen. Dengan demikian proses penjaminan mutu dapat berjalan lebih efektif dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu universitas secara keseluruhan.

Pada akhirnya, mutu bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi tanggung jawab seluruh warga kampus. Kesadaran untuk berpikir mutu, bersikap mutu, dan bertindak mutu harus menjadi fondasi terbentuknya quality culture dan quality work culture di lingkungan ULM.

Gagasan-gagasan tersebut hanyalah sebagian kecil dari berbagai aspek yang perlu mendapat perhatian dalam perjalanan ULM menuju World Class University. Masih terdapat faktor lain seperti manajemen kemitraan, pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan core business universitas yang memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Semoga ULM terus melangkah maju menuju World Class University. (*)

 Korprodi Doktor Administratsi Pendidikan





Editor : Muhammad Rizky
#Opini #World Class University