Oleh : Bihman, S. Ag
Wakamad Humas/Guru MTsN 3 Tanah Bumbu
Setiap, 7 Februari adalah hari bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya masyarakat Pagatan,Kalimantan Selatan. Tanggal tersebut diperingati untuk mengenang pertempuran heroik melawan penjajah Belanda di Pagatan. Peringatan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun momen ini sebagai penghormatan atas para pahlawan telah yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus menyalakan kembali semangat patriotisme di dada setiap warga masyarakat dan pembangunan daerah.
Peringatan ini dijadikan momen penting untuk merenung dan mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang berperan besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesi yang memiiki semangat perjuangan bagi rakyat Tanah Bumbu yang tercermin dalam pertempuran sengit di Pagatan pada tanggal 7 Februari 1946.
Menggelar Peringatan Hari Pahlawan dalam bentuk apapun bukanlah sekadar tentang mengenang masa lalu tetapi ini adalah sebuah ajakan untuk menatap masa depan. Seperti halnya 7 Februari, kita tidak hanya merayakan sejarah gemilang bagi masyarakat Pagatan ( Kusan Hilir ) tetapi juga membangun momentum untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi. Semangat para pahlawan, yang telah mendharmabaktikan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa, harus terus dijaga dan dilestarikan terutama di kalangan generasi muda sebagai pewaris dan estapet perjuangan.
Pertempuran di Pagatan ( Kusan Hilir ) 7 Februari 1946 merupakan saksi bisu tentang semangat perjuangan yang dimiliki rakyat Tanah Bumbu. Pahlawan-pahlawan tersebut menunjukkan arti sejati pengorbanan dan keberanian dalam mempertahankan kemerdekaan. Sebuah isyarat dan amanat bahwa kini tugas itu kitalah yang meneruskan degan kata lain kita tidak hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan dengan karya positif.
Memperingati Hari Pahlawan ini merupakan panggilan untuk terus berjuang guna mewujudkan cita-cita para pahlawan. Pandangan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, adil, dan makmur harus menjadi komitmen bersama. Semangat kepahlawaanan menjadi pendorong untuk terus berkarya demi kemajuan Tanah Air. Apalagi bagi generasi muda, yang memiliki kesempatan yang terbuka untuk menjadi pahlawan masa kini dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Belajar dengan tekun, berprestasi di berbagai bidang, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa sesuai dengan bidang dan keahliannya. Dengan merawat semangat persatuan dan kesatuan, generasi muda harapanya tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan.
Berdasarkan catatan beberapa literasi yang memuat tentang hari kepahlawanan pertempuran 7 Februari 1946 di Kota Pagatan ( Kusan hilir ) Kabupaten Tanah Bumbu ini telah gugur sebanyak 38 orang masyarakat pejuang Tanah Bumbu kala itu.
Untuk mengenang dan sebagai bentuk penghormatan terhadap pejuang bangsa , 7 Februari dinyatakan sebagai Hari Pahlawan bagi masyarakat Tanah Bumbu dan Taman Makam Pahlawan Mattone di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir dijadikan tempat bersemanyamnya para pejuang tersebut.
Nilai Sebuah Kepahlawanan
Momen Peringatan Hari Pahlawan 7 Februari ataupun peringatan hari pahlawan lainnya, bukanlah sekadar seremonial, tetapi didalamnya ada momen penting untuk ditanamkan dan merefleksikan kembali nilai-nilai luhur perjuangan bangsa tersebut kepada generasi ke generasi . Secara implisit nilai-nilai itu yang akan tertanam dalam momen ini, meliputi semangat kebangsaan, pengorbanan, dan keteguhan hati.
Terkait dengan peringatan Hari Pahlawan 7 Februari ini ada beberapa nilai yang perlukita angkat dan lestarikan serta tetap harus menjadi modal bagi masyarakat Tanah Bumbu dalam membangun. Nilai-nilai tersebut akan menjadi refleksi nyata dalam bentuk tindakan yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun nilai-nilai tersebut mencakup, pertama menanamkan cinta tanah air (Nasionalisme). Rasa cinta terhadap bangsa sendiri akan memunculkan ada sikap memiliki dan tanggung jawab yang besar terhadap negara. Bila rasa kecintaan terhadap tanah air itu sudah mengakar maka seseorang akan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga kalau dia bekerja maka semata-mata sebagai wujud pengabdian.
Kedua memiliki sikap pantang menyerah dan rela berkorban. Semangat juang yang tinggi, tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan, serta punya keikhlasan untuk mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi kemerdekaan mutlak diperlukan dalam menjalankan sebuah perjuangan. Hal itu juga berlaku pada masa kini.
Sebagai generasi muda Indonesia yang notabene adalah pewaris dari nilai-nilai perjuangan tersebut tentunya harus menempatkan sikap seperti itu dalam menunaikan kewajibannnya sebagai warnga negara yang mendapat amanat senagai penerus perjuangan para pahlawan terdahulu.
Ketiga menanamkan nilai persatuan dan kesatuan. Betapa kita mengagumi bagaimana para pejuang terdahulu melakukan perjuangan dengan menjadikan persatuan dan kesatuan itu sebagai pengikat yang sakral. Nilai solidaritas dan persatuan seluruh rakyat, tanpa memandang perbedaan latar belakang menjadi landasan mereka dalam berjuang. Tidak ada perbedaan semuanya hanya satu tujuan mencapai kemerdekaan.
Nilai sakral yang tidak pernah mendustai hasil. Betapa pun kecilnya keberanian dan kemapuan kita kalau dilakukan dengan bersama-sama penuh kebersamaan yang diikat oleh persatuan dan kesatuan tidak ada hal yang mustahil untuk meraih hasil maksimal.
Keempat memiliki sikap berani dalam membela kebenaran. Untuk melawan ketidakadilan dan mempertahankan kehormatan bangsa, sebagaimana ditunjukkan oleh para pahlawan terdahulu adalah gambaran nyata bahwa setiap kemungkaran itu wajib hukumnya diberantas dan dikembalikan ke jalan yang benar.
Betapa mirisnya ketika kita dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa hak dan kebenaran itu sudah tidak lagi dibela bahkan diinjak-injak oleh kemungkaran dan ketidak adilan. Pada hal para pahlawan kita sudah mengajarkan kepada kita kalau ada kemungkaran harus di basmi tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Tuhan.
Kelima memupuk nilai keikhlasan, ketulusan dan tanggung jawab. Dalam berjuang harus diniatkan tanpa pamrih, hanya demi kemaslahatan bersama dan masa depan generasi penerus. Sehingga perjuangan itu tidak menimbulkan efek yang baik. Di kenal ataupun tidak, dihargai ataupun tidak kalau kalau sudah hati iklas tidak akan memunculkan perasaan apapun.
Sikap inilah lahirkan nilai kepedulian terhadap sesama warga negara dan lingkungan sekitar. Betapa banyak kita temui masyarakat yang sudah tidak lagi peduli dengan saudaranya. Betapa banyak kita saksikan saudara-saudara kita yang tidak lagi peka terhadap penderitaan sesamanya. Segalanya sudah diukur dengan materiakl dan kebendaaan.
Kita berharap dengan merefleksikan dari nilai-nilai ini akan memunculkan jiwa-jiwa kepahlawanan di era sekarang yang sangat memerlukan pengimplementasian nilai perjuangan dan kephlawanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda, untuk melanjutkan perjuangan pahlawan di era modern.
Dengan demikian peringatan Hari Pahlawan 7 Februari ini tidak saja habis dalam perbincangan sesaat tetapi membkas dan menumbuhkembangkan sikap tersebut di setiap jiwa masyarakat, tidak saja Tanah Bumhu Kalimantan Selatan tetapi menjalar ke seluruh jiwa penerus bangsa.
Editor : Arief