Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Memaknai 7 Februari Sebagai Hari Pahlawan

admin • Selasa, 10 Februari 2026 | 22:12 WIB
Bihman, S. Ag
Bihman, S. Ag

              Oleh : Bihman, S. Ag
              Wakamad Humas/Guru MTsN 3 Tanah Bumbu 

Setiap,   7 Februari  adalah hari bersejarah bagi masyarakat  Kabupaten Tanah Bumbu, khususnya masyarakat Pagatan,Kalimantan Selatan. Tanggal tersebut diperingati untuk mengenang pertempuran heroik melawan penjajah Belanda di Pagatan. Peringatan ini bukan hanya sekedar seremonial, namun  momen ini sebagai  penghormatan atas para pahlawan telah  yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, sekaligus menyalakan kembali semangat patriotisme di dada setiap warga masyarakat dan pembangunan daerah.

Peringatan ini dijadikan  momen penting untuk merenung dan mengenang jasa serta pengorbanan para pahlawan yang berperan besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesi yang memiiki  semangat perjuangan bagi  rakyat Tanah Bumbu yang tercermin dalam pertempuran sengit di Pagatan pada tanggal 7 Februari 1946.

Menggelar Peringatan Hari Pahlawan dalam bentuk apapun bukanlah sekadar tentang mengenang masa lalu tetapi ini adalah sebuah  ajakan untuk menatap masa depan. Seperti halnya  7 Februari, kita tidak hanya merayakan sejarah gemilang bagi masyarakat Pagatan ( Kusan Hilir )  tetapi juga membangun momentum untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi. Semangat para pahlawan, yang telah mendharmabaktikan jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa, harus terus dijaga dan dilestarikan terutama di kalangan generasi  muda sebagai pewaris dan estapet perjuangan.

Pertempuran di Pagatan ( Kusan Hilir ) 7 Februari 1946 merupakan  saksi bisu tentang semangat perjuangan yang dimiliki rakyat Tanah Bumbu. Pahlawan-pahlawan tersebut menunjukkan arti sejati pengorbanan dan keberanian dalam mempertahankan kemerdekaan. Sebuah isyarat dan amanat  bahwa kini  tugas itu  kitalah  yang  meneruskan degan  kata lain kita tidak  hanya  mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan dengan karya positif.

Memperingati Hari Pahlawan ini merupakan  panggilan untuk terus berjuang guna mewujudkan cita-cita para pahlawan.  Pandangan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, adil, dan makmur harus menjadi komitmen bersama. Semangat kepahlawaanan menjadi pendorong untuk terus berkarya demi kemajuan Tanah Air.  Apalagi bagi generasi muda, yang memiliki kesempatan yang terbuka untuk  menjadi pahlawan masa kini dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Belajar dengan tekun, berprestasi di berbagai bidang, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa sesuai dengan bidang dan keahliannya. Dengan merawat semangat persatuan dan kesatuan, generasi muda harapanya tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan.

Berdasarkan catatan beberapa literasi yang memuat tentang hari  kepahlawanan pertempuran 7 Februari 1946 di  Kota Pagatan ( Kusan hilir )  Kabupaten Tanah Bumbu ini telah  gugur sebanyak 38 orang  masyarakat  pejuang Tanah Bumbu kala itu.

Untuk mengenang dan sebagai bentuk penghormatan terhadap pejuang bangsa , 7 Februari dinyatakan sebagai  Hari Pahlawan  bagi masyarakat Tanah Bumbu  dan  Taman Makam Pahlawan Mattone di Desa Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir dijadikan  tempat  bersemanyamnya para pejuang tersebut.

Nilai Sebuah Kepahlawanan

            Momen Peringatan Hari Pahlawan 7 Februari ataupun peringatan  hari pahlawan lainnya,  bukanlah  sekadar seremonial, tetapi didalamnya ada  momen penting untuk ditanamkan dan merefleksikan kembali nilai-nilai luhur perjuangan bangsa tersebut kepada generasi ke generasi . Secara implisit nilai-nilai  itu yang akan tertanam dalam momen ini,  meliputi semangat kebangsaan, pengorbanan, dan keteguhan hati. 

            Terkait dengan peringatan Hari Pahlawan 7 Februari ini ada beberapa  nilai  yang perlukita angkat dan lestarikan serta tetap   harus menjadi modal bagi  masyarakat  Tanah Bumbu dalam membangun. Nilai-nilai tersebut  akan menjadi refleksi  nyata dalam bentuk tindakan yang  diimplementasikan dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adapun nilai-nilai tersebut mencakup, pertama menanamkan cinta tanah air                              (Nasionalisme). Rasa cinta  terhadap bangsa sendiri akan memunculkan ada sikap  memiliki dan tanggung jawab yang besar terhadap negara.  Bila rasa kecintaan terhadap tanah air  itu sudah mengakar maka  seseorang akan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga kalau dia bekerja  maka semata-mata sebagai wujud pengabdian.

Kedua memiliki  sikap pantang menyerah dan rela berkorban. Semangat juang yang tinggi, tidak mudah putus asa dalam menghadapi tantangan, serta punya  keikhlasan untuk mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi kemerdekaan mutlak diperlukan dalam menjalankan sebuah perjuangan. Hal  itu  juga berlaku pada masa kini.

Sebagai  generasi muda  Indonesia  yang notabene adalah  pewaris dari nilai-nilai perjuangan tersebut  tentunya  harus menempatkan sikap seperti  itu dalam menunaikan kewajibannnya sebagai   warnga negara  yang mendapat amanat senagai penerus perjuangan para  pahlawan terdahulu.

Ketiga menanamkan nilai persatuan dan kesatuan. Betapa  kita mengagumi  bagaimana para pejuang terdahulu melakukan perjuangan dengan menjadikan  persatuan dan kesatuan itu sebagai pengikat yang sakral. Nilai solidaritas dan persatuan seluruh rakyat, tanpa memandang perbedaan latar belakang menjadi landasan mereka dalam berjuang. Tidak ada perbedaan semuanya  hanya satu tujuan mencapai kemerdekaan.

Nilai sakral  yang tidak  pernah mendustai hasil. Betapa pun kecilnya  keberanian dan kemapuan  kita  kalau dilakukan dengan bersama-sama penuh kebersamaan yang diikat oleh persatuan dan kesatuan tidak  ada hal  yang mustahil untuk  meraih  hasil maksimal.

Keempat memiliki sikap berani dalam membela kebenaran. Untuk melawan ketidakadilan dan mempertahankan kehormatan bangsa, sebagaimana ditunjukkan oleh para  pahlawan terdahulu  adalah gambaran nyata bahwa setiap kemungkaran itu wajib hukumnya diberantas dan dikembalikan ke jalan yang benar.

Betapa mirisnya ketika kita dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa  hak dan kebenaran  itu sudah tidak lagi  dibela bahkan diinjak-injak  oleh kemungkaran dan ketidak adilan. Pada hal para pahlawan kita sudah mengajarkan kepada kita kalau ada kemungkaran  harus di basmi tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Tuhan.

Kelima memupuk nilai keikhlasan, ketulusan dan tanggung  jawab. Dalam  berjuang harus diniatkan  tanpa pamrih, hanya demi kemaslahatan bersama dan masa depan generasi penerus. Sehingga  perjuangan  itu tidak menimbulkan  efek  yang baik. Di kenal  ataupun tidak,  dihargai ataupun tidak kalau kalau sudah  hati iklas tidak akan  memunculkan perasaan apapun.

Sikap  inilah lahirkan nilai kepedulian terhadap sesama warga negara dan lingkungan sekitar. Betapa banyak kita temui  masyarakat yang sudah tidak lagi peduli dengan saudaranya. Betapa banyak  kita  saksikan saudara-saudara kita  yang tidak lagi peka terhadap penderitaan sesamanya. Segalanya sudah diukur dengan  materiakl dan kebendaaan.

Kita berharap dengan merefleksikan dari nilai-nilai ini akan memunculkan jiwa-jiwa  kepahlawanan di era sekarang  yang sangat memerlukan pengimplementasian  nilai perjuangan dan kephlawanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda, untuk melanjutkan perjuangan pahlawan di era modern.

Dengan demikian peringatan Hari Pahlawan 7  Februari  ini tidak saja  habis dalam  perbincangan sesaat tetapi membkas dan menumbuhkembangkan sikap tersebut di setiap jiwa masyarakat, tidak saja  Tanah Bumhu Kalimantan Selatan tetapi menjalar ke seluruh jiwa  penerus  bangsa. 

Editor : Arief
#pahlawan #Opini